4 Wanita mulia dimata Rasulullah

4 Wanita mulia dimata Rasulullah

4 Wanita mulia dimata Rasulullah

4 Wanita mulia dimata Rasulullah
4 Wanita mulia dimata Rasulullah

Banyak pandangan berumunculan bahwa wanita dalam Islam dianggap rendah atau tidak berguna.

Nyatanya banyak wanita muslimah yang memiliki kedudukan tinggi di mata Allah dan mendapat tempat tersendiri dalam sejarah Islam.

Wanita-wanita yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Rasulullah maupun di mata Allah diantaranya:

Khadijah binti Khuwailid: Penopang Duka Khairul Anam

Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyah Al-Asadiyah radhiyallahu’anha yang tercatat sebagai istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus wanita pertama yang membenarkan pengangkatan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi dan beriman kepaa Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebelumnya dia dikenal sebagai seorang wanita yang menjaga kehormatan dirinya sehingga melekatlah sebutan ath-thaahirah pada dirinya. Khadijah radhiyallahu’anha adalah wanita pedagang yang mulia dan banyak harta. Kemuliaannya, kebaikannya, dan kesetiaannya senantiasa dikenang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemuliaan itu telah dijanjikan melalui lisan mulia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wanita ahli surga paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad Shallallahu ‘alahi wa sallam, Maryam binti ‘Imran, dan Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun.”

Aisyah binti Abu Bakar: Belahan Jiwa Rasulullah

Dia seorang wanita yang cantik dan berkulit putih sehingga mendapat sebutan ‘al-Humaira’. Usianya baru menginjak enam tahun saat Rasulullah melaksanakan akad pernikahan dengannya. Wanita mulia yang diperlihatkan oleh Allah kepada Rasulullah alam wahyu berupa mimpi untuk memberitakan bahwa dia kelak akan menjadi istri beliau. Wanita mulia ini menjalani hari-harinya bersama Rasulullah hingga tiba saatnya beliau kembali ke hadapan Allah. Delapan belas tahun usianya, saat Rasulullah wafat di atas pangkuannya setelah hari-hari terakhir selama sakit beliau memilih untuk dirawat di tempatnya. Keutamaan dari sisi Allah banyak dimilikinya, hingga Rasulullah menyatakan, “Keutamaan ‘Aisyah atas seluruh wanita bagaikan keutamaan tsarid-tsarid atas seluruh makanan.”

Ummu Salamah: Wanita Jelita dalam Hidup Rasul yang Mulia

Hindun binti Abi Umayyah bin Al-Mughirah bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Makhzum bin Yaqzhah bin Murrah Al-Qurasyiyah Al-Makhzumiyyah. Dia lebih dikenal dengan kunyahnya, Ummu Salamah. Kecantikan dan kemuliaan berpadu dalam dirinya. Cinta, kesetiaan, dan ketaatannya pada pendamping hidupnya membawanya untuk memperoleh sebentuk doa. Doa yang berbuah keindahan hidup tiada tara, bersisian dengan hamba Rabb-nya yang paling mulia.

Saudah: Ummul Mu’minin

Dia termasuk golongan wanita yang agung dan mulia nasabnya. Tergolong cerdas akalnya. Perawakannya tinggi dan besar. Dia adalah ummul mu’minin Saudah binti Zam’ah bin Qois bin Abdu Syams bin Abdu Wudd Al-’Amiriyyah. Ibunya adalah Syammusy binti Qois bin Zaid An-Najjariiyyah. Dia adalah wanita pertama yang dinikahi oleh Rasulullah SAW sepeninggal Khadijah, kemudian menjadi istri satu-satunya bagi Rasulullah SAW sampai Rasulullah SAW masuk berumah tangga dengan Aisyah. Saudah adalah tipe seorang istri yang menyenangkan suaminya dengan kesegaran candanya. Saudah terkenal juga dengan kezuhudannya dan diantara keutamaan Saudah adalah ketaatan dan kesetiaannya yang sangat kepada Rasulullah.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html