negara hukum
Pendidikan,Umum

Apa Bedanya Pelanggaran Pidana, Pelanggaran HAM, dan Pelanggaran HAM Berat?

Apa Bedanya Pelanggaran Pidana, Pelanggaran HAM, dan Pelanggaran HAM Berat?

negara hukum
Selamat pagi rekan-rekanku semua…
Bagaimana kabarnya? Semoga semua dalam keadaan sehat dan berbahagia yah…
Pagi ini saya mau sharing tentang HAM, atau Hak Asasi Manusia..

Sejak era reformasi, kita sangat sering mendengar istilah ini.. HAM.. HAM.. HAM melulu…

Sebenarnya apakah itu HAM?

Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Nah…

Seringkali diberitakan baik di media cetak, media televisi, radio, dan sebagainya bahwa POLISI MELANGGAR HAM!!! Akhirnya kita umumnya langsung serius memeperhatikan media tersebut.. Gak peduli harus beli korannya, harus nungguin iklannya… Pokoknya harus kita ikuti perkembangan berita ini… “Dasar polisi!!!” Hehehehe… Itu kata-kata yang sering terdengar setelah mengikuti berita tersebut.

Nah, di sini saya datang bukan sebagai pembela lembaga polisi, namun ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Media massa tidak semuanya menampilkna berita yang benar, banyak sekali yang diberi bumbu opinin, gosip, isu, dan berita yang bukan fakta. Saya ingin menjelaskan perbedaan antara istilah penting berikut agar rekan-rekan tidak tersesat di tengah arus informasi yang mengeksploitasi kami sebagai objek mata pencahariannya. 🙂

Coba bayangkan anda berdiri di tengah suatu masyarakat. Anda memiliki bola HAM, dan orang lain juga memiliki bola HAM nya sendiri-sendiri.

Setiap individu memiliki bola HAM nya masing-masing, di mana negara mempunyai kewajiban terhadap HAM tersebut untuk:
  1. Melindunginya
  2. Mempromosikannya (dengan membuat dasar hukum/UU)
  3. Memenuhi kebutuhannya
  4. Menghormatinya
Apabila terjadi persinggungan antar bola HAM, namun belum bersentuhan fisik, terkadang kita mulai merasa tidak nyaman.
Misalnya seorang wanita yang dipelototi pria dengan penuh nafsu birahi bagaikan wanita tersebut tidak mengenakan pakaian… Contoh lain lagi misalnya, harga diri seseorang dijatuhkan dengan fitnah atau berita yang negatif… Foto anda dibakar atau diinjak-injak seseorang…
Ini artinya telah terjadi pelanggaran HAM, bisa dari A terhadap B, atau juga sebaliknya. Karena negara punya kewajiban melindunginya, maka contoh hal-hal yang nampaknya sepele di atas sebenarnya bisa diadukan dengan tuntutan Pasal 335 ayat 1 KUHP, karena negara sudah mempromosikan permasalahan ini di dalam UU-nya.
Andaikan pelanggaran HAM dilakukan lebih parah, maka akan banyak peraturan perundang-undangan yang siap melidungi HAM individu tersebut.
Contohnya:
– Barang si A dicuri oleh si B, si B bisa dikenakan Pasal 362 KUHP
– Si A memperkosa si B, si A bisa dikenakan Pasal 285 KUHP
– Si B membunuh si A, si B dikenakan Pasal 338 KUHP
dsb
Nah…
Apabila pelanggaran HAM yang sudah diatur dalam UU Pidana umum dilakukan antar penduduk sipil, maka perbuatan itu disebut PELANGGARAN PIDANA.
Namun apabila ‘dilakukan oleh pemangku kewajiban yang seharusnya melindungi HAM‘ terhadap penduduk sipil, maka tindakan tersebut disebut “PELANGGARAN HAM“.
Contoh pelanggaran HAM adalah, saat pemeriksaan tersangka perampokan + pembunuhan, karena pak polisi gemes karena si tersangka gak ngaku-ngaku (padahal saksi dan bukti sudah lengkap), lalu pak polisi mencubit si tersangka dengan balok kayu atau batu bata dengan sedikit peluru, maka perbuatan itu bisa dikatakan PELANGGARAN HAM.
Sekarang ada lagi tindakan yang lebih mengerikan dari kacamata HAM, yaitu PELANGGARAN HAM BERAT! Apakah itu?
Pelanggaran HAM Berat adalah pelanggaran HAM yang ‘dilakukan oleh pemerintah kepada warga sipil‘. Pelanggaran itu bisa dengan cara melakukan sesuatu, atau tidak melakukan sesuatu (pembiaran).
Contoh:
  • Jaman orde baru, barang siapa yang berani menentang pemerintah, dalam hitungan jam dia bisa hilang dari permukaan bumi (atau minimal masuk bui sebagai tahanan politik). Jaman dulu gak ada yang berani berteriak-teriak mencaci maki pemerintah, karena pada saat orde baru, jangankan berteriak, baru menulis sesuatu tentang keburukan pemerintah saja dirinya bisa hilang, atau keluarganya diancam.
  • Proses pembebasan lahan atau penggusuran warga yang memiliki akta tanah dan bangunan secara paksa oleh pemerintah, dengan menggerakkan kekuatan TNI atau Polri yang tidak memiliki dasar hukum.
  • Saat terjadi kerusuhan, dan pembantaian antar suku, pemerintah tidak turun tangan, cuek bebek, Polisi atau TNI tidak tampak mengeluarkan personil untuk mencoba menghalangi hal tersebut.
  • Pemerintah sengaja memutus jalur sembako ke suatu pulau dengan bertujuan melenyapkan kehidupan di pulau tersebut.
  • dan masih banyak contoh lain
Agar lebih pasti, saya coba tuliskan apa yang ditulis dalam UU HAM yah:

Pelanggaran HAM Berat meliputi:

  1. Kejahatan Genosida
  2. Kejahatan terhadap kemanusiaan
Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnakan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara:
  • Membunuh anggota kelompok
  • Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota2 kelompok
  • Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya
  • Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok, atau
  • Memindahkan secara paksa anak-anak dan kelompok tertentu ke kelompok lain
 
 
Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa:
  • pembunuhan
  • pemusnahan
  • perbudakan
  • pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa
  • perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar ketentuan pokok hukum internasional
  • Penyiksaan
  • Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, …
  • Penganiayaan terhadap kelompok tertentu atau
  • Penghilangan secara paksa
  • Kejahatan apartheid

Sumber : Belajar PKN Online