Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi
Teknologi

Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi

Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi

Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi
Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi

JAKARTA – Generasi Z adalah generasi yang lahir di zaman teknologi dan informasi. Pada umumnya anak-anak Gen Z ini lahir di tahun 1995 ke atas. Generasi ini adalah generasi yang berlimpah secara informasi dan harusnya lebih berwawasan dan kaya akan data karena mencarinya mudah.

Untuk diketahui, Gen Z ini terlahir di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang demikian pesat. Oleh karena itu, cara ajar untuk mendidik anak-anak ini pun harus dibedakan dari sistem yang terdahulu.
Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi

Jika generasi sebelumnya cocok dididik dengan pola otoriter, maka generasi Z ini justru sebaliknya. Mereka dibesarkan dengan pola-pola demokratis oleh orang tua atau lingkungan mereka. Sehingga, generasi ini cenderung lebih suka kalau tugas atau kebijakan yang diterapkan rasional.

Perubahan pola perilaku pada generasi ini seperti kritis, kreatif, terbuka, mandiri, suka tantangan, adalah beberapa hal penting yang kerap menjadi batu sandungan bagi para pengajar kolot. Sudah bukan zamannya lagi seorang guru ‘menyuapi’ seluruh materi yang ada di buku, tanpa siswa perlu tahu apa manfaatnya untuk mereka.

Baca Juga:

Jangan Khawatir Berlebihan, Ini Cara Hancurkan Virus Corona COVID-19
Jerman Uji Vaksin BCG untuk Aktifkan Kekebalan Tubuh Kurangi Proses COVID-19

“Mereka tidak perlu lagi disuapi dengan pelajaran teoritis.

Sebab Gen Z sudah pandai membaca melalui media dan punya wawasan yang luas,” kata Muhammad Nur Rizal, pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Jakarta.

Sebagai generasi multimedia, lanjut Nur, mereka lebih suka diberikan kesempatan kolaborasi, berbicara, bertindak, dan terlibat. Peran multimedia dan kemampuan mencari, serta merangkum informasi sendiri memungkinkan generasi ini untuk mengkritisi pengajar.
Belajar Menyenangkan Generasi Z Tak Selalu Bicara Teknologi

Karena terbiasa kemudahan teknologi ini juga yang menyebabkan Gen Z

cenderung tidak fokus, ingin mencapai sesuatu dengan cepat dan mudah bosan. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pengajar. Masa-masa yang produktif bisa menjadi solusi bagi anak-anak jenis ini.

Nur menuturkan, melibatkan siswa dalam sebuah tugas atau proyek

sekolah secara langsung bisa jadi cara untuk melatih ketelatenan kaum muda. Berbagai proses yang mereka jalani menjadikan generasi ini juga sadar kalau tidak ada sesuatu yang instan dan tidak semuanya harus bergantung pada teknologi.

 

Baca Juga :