Belasan Dokter Ahli Dikirim Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Asmat

Belasan Dokter Ahli Dikirim Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Asmat

Belasan Dokter Ahli Dikirim Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Asmat

Belasan Dokter Ahli Dikirim Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Asmat
Belasan Dokter Ahli Dikirim Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Asmat

Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam waktu dekat bakal

mengirimkan 19 orang dokter ahlinya untuk membantu menangani persoalan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua.

Kepala Unit Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Unhas Ishak Rahman mengatakan, masing-masing dokter itu nantinya, bakal bertugas untuk mengobati sekaligus mendampingi para penderita gizi buruk dan campak yang ada di sana.

Para dokter ahli ini bahkan dibekali dengan berbagai perlengkapan medis, obata-obatan hingga logistik lainnya. “Ini tim medis yang berangkat nanti untuk yang pertama kalinya sekaligus tim tahap pertama. Jadi mereka nanti bekerja untuk kemanusiaan di sana,” kata Ishak, saat dikonfirmasi usai rapat persiapan pemberangkatan di Ruang Rapat Lantai 6 Rektorat Unhas, Makassar, Minggu (4/2).

Untuk pemberangkatan 19 orang dokter ahli yang tergabung dalam tim tahap pertama ini

disebutkan Ishak, 7 orang diantaranya akan menetap di sana selama 1 bulan. “Mereka di sana akan membantu mulai dari proses pengobatan, hingga bimbingan sampai akhirnya dinyatakan membaik,” ucapnya.

Kepastian untuk pemberangkatan sendiri, imbuhnya, akan berlangsung pada Kamis, 8 Februari 2018 pekan depan. Sementara untuk peresmian pemberangkatan, akan dibuka langsung oleh Menteri Sosial, Idrus Marham, Senin, 5 Februari 2018 besok.

Dari 19 dokter yang diberangkatakan, sebagian besar dikhususkan untuk menangani penderita gizi buruk dan campak. Sementara beberapa diantaranya adalah dokter ahli untuk menangani kandungan untuk ibu hamil atau obgyn, anastesi hingga gigi.

Ishak menjelaskan, rencana ini awalnya merupakan bentuk keprihatinan

untuk menangani persoalan kemanusiaan yang melanda sebagian besar masyarakat di sana. Setelah melalukan kajian yang melibatkan ahli, alhasil pihaknya kemudian mengagendakan untuk mengutus tenaga profesional dalam penanganan persoalan penyakit itu.

“Makanya kemudian pendekatan yang dilakukan oleh Unhas itu kita nanti akan melakukan dan mencari solusi yang bersifat integratif. Nanti pemberangkatan berikutnya kita akan libatkan juga seperti sosiolog, antropolog,” jelasnya.

Pihaknnya pun ditambahkan Ishak, telah berkoordinasi dengan Polri, TNI, pihak Kementerian Sosial hingga pihak pemerintah Papua untuk membantu menangani para penderita gizi buruk dan campak tersebut.

 

Sumber :

https://balad.org/resensi-adalah/