Pendidikan

Benda Langit Yang Tidak Mirip Planet

Benda Langit Yang Tidak Mirip Planet

Baru-baru ini, sepasang benda langit ganjil yang baru ditemukan astronom, tapi mereka tidak mirip dengan dan bukan bintang tetap. Mereka dapat menjauhi bintang tetap dan mengapung di angkasa. Saat ini, para astronom masih tidak habis mengerti bagaimana pembentukan benda langit ini.

Dengan menggunakan teleskop astronomi yang terletak di selatan Eropa, Cile, astronom menemukan sebuah benda langit sebesar 7 kali lipat-nya Jupiter dan satu benda langit lain sebesar 14 kali lipatnya Jupiter. Mereka belum mengelilingi bintang tetap apapun, namun, saling berputar, konkretnya, galaksi yang dibentuk kedua benda langit ini disebut “Oph 1622”. Sebagaimana diketahui, benda langit datar sangat mirip dengan bintang kerdil coklat, namun, tidak termasuk dalam lingkup bintang tetap, ukuran mereka sangat kecil, dan tidak memiliki reaksi inti untuk pertahanan pembakaran yang dibutuhkan bintang tetap. Namun, ukuran mereka beberapa kali lipat lebih besar dibanding ukuran Jupiter, karena itu, ditilik secara makroskopik, ciri khas planetnya lebih besar dibanding bintang tetap. Saat ini, temuan ini dipublikasikan di majalah scientist yang terbit pada 4 Agustus lalu, dan akan dapat membantu astronom memastikan teori sekaligus menyingkap misteri pembentukan benda langit.

Terbetik berita, bahwa hampir setengah bintang matahari sejenis memiliki benda langit yang mengelilinginya, 1/6 bintang kerdil coklat juga memiliki benda langit yang mengelilinginya, tapi, Oph 1622 adalah satu-satunya benda langit datar yang memiliki galaksi yang mengelilingi benda langit yang ditemukan saat ini. Pembentukan Oph 1622 sudah jutaan tahun lamanya. Jarak antara kedua benda langit yang saling berputar dalam galaksi tersebut adalah 6 kali lipatnya jarak antara jupiter dengan matahari. Melalui pengamatan dengan teleskop infrared angkasa Spitzer milik NASA, minimal di sekitar satu atau dua benda langit dalam galaksi tersebut memiliki struktur berbentuk piring yang terbentuk dari susunan debu dan gas.

Saat ini, spektrum benda langit datar dan hasil analisis warna secara jelas mengisyaratkan bahwa kedua benda langit muncul pada waktu yang sama, namun, ilmuwan masih belum dapat memastikan bagaimana mereka itu terbentuk.

Sebenarnya apakah kedua benda langit dalam galaksi Oph 1622 itu termasuk planet? Jika standar pengukurannya didasarkan ukurannya, maka, puluhan benda langit datar yang ditemukan astronom sebagian besar sesuai dengan standar ukuran planet. Astronom pernah menyatakan, bahwa untuk mengukur sebuah benda langit apakah termasuk dalam jajaran planet atau bukan, cukup dapastikan jika ukuran benda langit tersebut melampaui 13 kali lipat dari ukuran Jupiter. Namun, sejumlah besar ilmuwan mengemukakan perdebatannya, menurut mereka, bahwa untuk mengukur apakah benda langit itu termasuk planet tidak bisa hanya dengan berdasarkan besar kecil ukurannya, tapi harus mempertimbangkan proses pembentukannya secara konkret. Namun, yang dapat dipastikan ilmuwan saat ini adalah, bahwa proses pembentukan benda langit datar Oph 1622 berlainan sama sekali.

Saat ini, sebagian ilmuwan berpendapat, bahwa kedua benda langit Oph 1622 yang muncul secara bersamaan dan saling berputar ini mungkin awan gas yang menyusut dan dibagi menjadi 2 bagian sebelum kondensasi menjadi sebuah inti bintang tetap.

  1. Benda Langit Yang Belum Memiliki Nama

Bumi termasuk di antara sembilan planet yang berputar mengelilingi Matahari. Kesembilan planet itu (berdasarkan urutan jaraknya dari Matahari) adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Di luar Sembilan planet itu, ada satu benda langit yang disebut sebagai planet yang juga mengelilingi Matahari. Namun, karena belum diketahui secara pasti, planet itu disebut Planet X.

POS-POS TERBARU