Biografi Marzuki Alie

Biografi Marzuki Alie

Biografi Marzuki Alie

Biografi Marzuki Alie
Biografi Marzuki Alie

 

Ketua DPR-RI Marzuki Alie yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan diberbagai media massa di tanah air, merupakan sosok tokoh politik kontroversial. Berbagai pendapat dan statement beliau sering membuat telinga orang lain yang mendengar terasa risih. untuk mengetahui siapakah sosok Marzuki Alie ini berikut adalah Biografi sang tokoh kontroversial.

H. Marzuki Alie, SE, MM (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 6 November 1955; umur 55 tahun) adalah Ketua DPR-RI periode 2009-2014 asal Partai Demokrat. Marzuki Alie juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Partai Demokrat, partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono.

 

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • Marketing Politic – PhD Program, Universiti Utara Malaysia
  • Corporate Finance – Magister Manajemen UNSRI, Palembang
  • Production Management – Fakultas Ekonomi UNSRI, Palembang
  • SMA Xaverius I Palembang, jurusan IPA
  • SMP Negeri IV Palembang
  • SD Negeri 36 Palembang.

 

TANDA PENGHARGAAN

  • Penghargaan Kesetiaan Kerja 25 Tahun Dir PTSB 2005
  • Penghargaan SBY-JK terpilih sebagai Presiden – Wakil Presiden 2004
  • Lulus predikat Terbaik “Index Prestasi 4” Program MM UNSRI 2001
  • Penghargaan Kesetiaan Kerja 20 Tahun Dir PTSB 2000
  • Penghargaan untuk Pendirian Federasi Serikat Pekerja BUMN – FSP-BUMN 1999
  • Penghargaan Kesetiaan Kerja 10 Tahun DJ IKD Dep.Perindustrian 1990
  • Tim Juri Konvensi TQC, Direksi PT.Semen Baturaja 1987
  • Peserta Terbaik Penataran Pengawasan Keuangan Negara BPLK Depkeu RI 1978

 

PERAN MENYELAMATKAN BUMN DARI AKUISISI ASING

  • Sebagai Kepala Departemen merangkap Kepala Non Teknik Proyek OPT II, menolak hasil kajian konsultan Asing Boston Consulting Group th.1999 yang ditunjuk oleh Kementerian Negara BUMN, menyatakan PT.Semen Baturaja negative value dan Bangkrut, direncanakan akan diakuisisi oleh Cemex Mexico melalui right issue PT.Semen Gresik.Tbk. (sebagai setoran saham Pemerintah)
  • Dalam kondisi Perusahaan dinyatakan bangkrut, mendapat promosi diangkat sebagai Direktur pada tahun 1999, dalam satu tahun berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik yang terbengkalai dan melakukan Restrukturisasi kredit bermasalah PTSB di BPPN, senilai Rp.488 milyar, melalui cash settlement dengan KI Perbankan tahun 2000, sekaligus menyelamatkan PTSB dari kebangkrutan tanpa bantuan Pemerintah akibat krisis moneter 1997-2000. Nilai Assets hasil penilaian dari “Independent Appraisal Company”, tahun 2001 menjadi sebesar rp.1,2 Trilliun dari negatve value penilaian Boston Consulting Group tahun 1999.
  • Atas keberhasilan tersebut, diangkat sebagai Direktur Utama PT. Semen Baturaja (Persero) pada November tahun 2001, namun tidak pernah dieksekusi dan justru digantikan karyawan Departemen ESDM eselon III melalui intervensi politik Januari 2002. Salah satu pertimbangan masuk ke dunia politik.

Baca Juga :