Pendidikan

Birokrasi dalam Konteks Pengelolaan Kekuasaan Negara

Birokrasi dalam Konteks Pengelolaan Kekuasaan Negara

Secara umum dipahami bahwa salah satu institusi yang paling menonjol sebagai personofikasi negara adalah pemerintah, sedangkan personifikasi pemerintah adalah aparatur birokrasinya. Ungkapan ini mungkin terlalu sederhana, namun tidak bisa dipungkiri bahwa pihak yang paling aktif dalam kegiatan pengelolaan kekuasaan negara sehari-hari adalah birokrasi. ia berperan sebagai pelaksana dari keputusan-keputusan yang dirumuskan oleh pemimpin politik.[1]

Birokrasi modern, menurut max weber, memiliki karakter yang kompleks dengan orientasi kualitas yang tinggi. Karakteristik birokrasi menurut rumusan weber secara garis besar adalah

  1. Mobilisasi yang sistematis dari energi manusia dan sumber daya material untuk mewujudkan tujuan-tujuan kebijakan atau rencana-rencana yang secara ekplisit telah didefinisikan.
  2. Pemanfaatan tenaga-tenaga karir yang terlatih, yang menduduki jabatan-jabatan bukan atasa dasar keturunan, dan yang batas-batas yurisdiksinya telah ditetapkan secara spesifik; serta
  3. Spesialisasi keahlian dan pembagian kerja yang bertanggung jawab kepada sesuatu otoritas atau konstituensi[2]

Dalam tradisi Amerika Serikat, fungsi administrasi dari birokrasi ditempatkan dalam kendali dan pengawasan politik dari dua cabang kekuasaan negara legislatif (kongres) dan eksekutif (presiden). Dengan kata lain, birokrasi ditempatkan dalam ruang lingkup sistem perimbangan kekuasaan negara. Birokrasi tidak memiliki independensi dalam pengambilan kebijakan, karena konstitusi Amerika secara jelas menempatkan kewenangan itu ditangan presiden dan kongres. Namun demikian, pelaksanan dari seriap kebijakan itu adalah birokrasi, dan justru dalam pelaksanaan itulah sesungguahnya suatu kebijakan diberi bentuk[3]

Karena pentingnya peranan birokrasi dalam memberi bentuk pada kebijakan-kebijakan pemerintahan negara, maka baik presiden maupun kongres terus bersaing untuk menanamkan pengaruhnya dilingkungan birokrasi. hal ini terutama tampak jika partai mayoritas di kongres berbeda dengan partai yang menduduki gedung putih. Sementara itu, karena pengaruh dari penerapan sistem merit dalam birokrasi Amerika, para birokrat sendiri cenderung bebas dalam menentukan posisi politik mereka. Sudah umum diketahui bahwa frustrasinya Richard Nixon dan Gerald Ford dahulu (keduanya pernah menjabat presiden dari partai republik) karena tidak mampu mengontrol para birokrat yang kebanyakan berorientasi kepada partai demokrat. Sitsem Merit dalam rekrutmen birokrasi telah melindungi mereka, sekalipun memiliki pandangan-pandangan yang bertentangan secara diametrik dengan presiden.

bacac juga :