Umum

Ciri – Ciri Norma Hukum

Norma Agama

1) Pengertian Norma Agama

Norma agama merupakan norma yang berisi pedoman bagi manusia agar manusia dapat menjalankan perintah – perintah Allah dan menjauhi larangan – laranganNya. Norma ini akan menjunjung manusia untuk memperoleh kebahagiaan dan keselamatan bagi manusia di dunia maupun di akherat. Secara khusus norma – norma ini termuat dalam kitab suci masing – masing agama.

2) Fungsi Norma Agama
Secara universal norma agama merupakan tuntunan perilaku umat manusia dalam memberikan penghormatan kepada Sang Pencipta termasuk kepada lingkungan hidup yang lain.

3) Contoh Norma Agama
a) Syariat agama (sesuai dengan jenis agama masing – masing)
b) Norma Perkawinan
c) Norma pemberian zakat atau sedekah kepada pihak lain.

D. Norma Hukum
1. Pengertian Norma Hukum
Norma hukum pada dasarnya merupakan norma masyarakat yang mempunyai keterkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah dalam suatu negara. Norma hukum ini akan mencerminkan pengaturan hak – hak warga negara serta sanksi – sanksi yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum – hukum negara.

2. Fungsi Norma Hukum
Secara umum norma hukum berfungsi untuk memberikan pengaturan sekaligus perlindungan semua warga masyarakat dalam bidang – bidang kehidupan tertentu sesuai dengan bidang hukumnya masing – masing, seperti pada hukum pidana, hukum perdata, hukum publik, hukum privat, hukum tata usaha dan lain – lain.

3. Ciri – Ciri Norma Hukum
Setiap norma hukum mempunyai ciri – ciri sebagai berikut.
a) Bersifat mengatur artinya berisi perintah – perintah dan larangan – larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang – bidang yang diatur masing – masing hukum.
b) Dibuat oleh lembaga yang berwenang artinya tiap – tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat – pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula misalnya Undang – Undang Dasar dibuat oleh MPR, Undang – undang dibuat oleh DPR dan Pemerintah dan seterusnya.
c) Bersifat eksplisit artinya tertulis dengan jelas dan tegas.
d) Bersifat memaksa artinya “apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat – alat negara”.
e) Bersifat melindungi artinya melindungi pihak – pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak – pihak yang kuat melalui sanksi – sanksi dan alat – alat negara.

Sumber: https://pulauseribumurah.com/