Pendidikan

Doktrin-doktrin Aliran Qadariyah

Doktrin-doktrin Aliran Qadariyah

  1. a)memiliki kebebasan untuk menentukan tindakannya sendiri
  2. b) Dalam memahami takdir aliran Qadariyah terlalu Liberal
  3. c)Aliran Qadariyah mengukur keadilan Allah dengan barometer keadilan

manusia

  1. d)Paham ini tidak percaya jika ada takdir dari Allah.
  1. Aliran Mu’tazillah

Kata mu‟tazilah berasal dari kata I‟tazala dengan makna yang berarti

menjauhkan atau memisahkan diri dari sesuatu. Kata ini kemudian menjadi nama sebuah aliran di dalam ilmu kalam yang para sarjana menyebutnya sebagai Mu‟tazillah berdasarkan peristiwa yang terjadi pada Washil ibn Atha (80 H/699 M- 131 H/748 M) dan Amr ibn Ubayd dengan al-Hasan al-Bashri. Dalam majlis pengajian al-Hasan al-Bashri muncul pertanyaan tentang orang yang berdosa besar bukanlah mu‟min dan juga bukanlah orang kafir, tetapi

berada diantara dua posisi yang istilahnya al Manzillah bayn al-manzilatayn.  Dalam uraian di atas bisa dipahami pemimpian tertua di aliran Mu‟tazillah adalah Washil ibn Atha. Ada kemungkinan washil ingin mengambil jalan tengah antara khawarij dan murjiah, melainkan berada di dua posisi. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa orang yang berdosa besar itu

masih ada imannya tetapi tidak pula dapat dikatakan mu‟min karena ia telah berdosa besar. Orang yang serupa itu apabila meninggal dunia maka ia akan kekal di dalam neraka, hanya azabnya saja yang lebih ringan dibandingkan orang kafir. Itulah pemikiran Washil yang pertama sekali muncul.

 Doktrin-doktrin Aliran Mu’tazillah

  1. a)Kekuasaan Kepala Negara tidak terbatas Waktunya
  2. b)Akal yang menetukan perlu tidaknya dibentu negara27

sumber

https://cafedelmarjazz.com/smurfs-epic-run-apk/