Fenomena Dua Lautan Bertemu Namun Tak Bercampur
Umum

Fenomena Dua Lautan Bertemu Namun Tak Bercampur

Fenomena Dua Lautan Bertemu Namun Tak BercampurFenomena Dua Lautan Bertemu Namun Tak Bercampur

Masih banyak beredar di medsos berita yang tidak benar mengenai gambar dan video dibawah ini. Oleh karena itu AMJG kembali akan memberikan penjelasan yang sebenarnya. Anda yang aktif di medsos tentu akrab dengan berita Dua Lautan Bertemu Namun Tak Bercampur…

Gambar diatas dan video dibawah ini banyak beredar di medsos dengan penjelasan yang berbeda-beda, baik lokasi gambar/video maupun sebab terjadinya. Ada yang menyatakan ini di selat gibraltar, ada juga yang bilang di laut mediterania dan lain-lain.

Lalu sebenarnya dimanakah lokasi gambar dan video tersebut?

Gambar dan video diatas sebenarnya diambil di Teluk Alaska. Dan sebenarnya itu bukan dua samudera/lautan yang bertemu, tetapi adalah air dari lelehan gletser bertemu dengan air laut di teluk alaska.

Ya, fenomena ini terjadi ketika gletser air tawar mulai mencair dan mengalir menuju teluk alaska untuk bergabung dengan air laut yang lebih asin. Karena perbedaan dalam salinitas, densitas dan temperatur antara air lelehan gletser dengan air laut, maka terbentuklah tegangan permukaan vertikal antara keduanya yang bertindak seperti dinding tipis yang tidak membiarkan keduanya bercampur dengan cepat.

Tapi seiring waktu keduanya akan bercampur…

Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Gibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.” (Al Qur’an, 55:19-20)
Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)
Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.

Sumber: https://blog.fe-saburai.ac.id/ini-yang-baru-dari-ios-11-beta-7/