ITS dan Kemenhub Bergandeng Tangan Majukan Pariwisata Indonesia

ITS dan Kemenhub Bergandeng Tangan Majukan Pariwisata Indonesia

ITS dan Kemenhub Bergandeng Tangan Majukan Pariwisata Indonesia

ITS dan Kemenhub Bergandeng Tangan Majukan Pariwisata Indonesia
ITS dan Kemenhub Bergandeng Tangan Majukan Pariwisata Indonesia

Dalam rangka mengembangkan sektor kemaritiman di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

(ITS) bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) melalui pengembangan kapal wisata. Mengawali kerja sama ini, Menteri Perhubungan (Menhub) RI mengadakan kunjungan untuk diskusi bersama di Rektorat ITS, Kamis (15/8/2019).

Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh amanah dari Presiden RI kepada Kemenhub untuk membangun pariwisata di Indonesia. “Amanahnya adalah membuat empat Bali baru, dua (dari empat Bali baru, red) itu di antaranya ada wisata lautnya yakni di Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur,” papar Menteri Perhubungan RI Ir Budi Karya Sumadi, saat memimpin diskusi di Ruang Sidang Senat ITS.

Budi menambahkan, kerjasama pengembangan kapal wisata dengan ITS ini

juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap hasil karya anak bangsa dalam negeri. Apalagi, menurut Budi, ITS merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terkenal dengan teknologi di sektor kemaritiman. Sehingga sangat tepat bila menunjuk ITS untuk kerja sama ini.
Baca Juga:

Bright Future Ahead, Pamerkan Karya Inovasi Mahasiswa Desain ITS
Melalui Business Gathering, Telusuri Solusi Masalah Kesehatan di Indonesia
ITS Resmi Lantik Wakil Rektor Periode 2019-2024
Program Doktoral Teknik Kelautan ITS Raih Akreditasi A

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochammad Ashari M Eng menjelaskan

, ITS sebelumnya telah banyak dilibatkan oleh Kemenhub RI, khususnya dalam bidang transportasi laut. Contohnya, dulu ada kerja sama pembuatan kapal berbahan baku bambu karena keterbatasan bahan baku kayu di Indonesia. “Namun, kali ini Menhub meminta (kerja sama, red) pembuatan kapal wisata sebanyak dua buah dari ITS,” jelasnya.

Ke depannya, lanjut rektor yang kerap disapa Ashari ini, kapal-kapal wisata tersebut akan ditempatkan oleh Kemenhub di Pulau Bunaken, Sulawesi Utara dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pada diskusi ini, juga ada pemaparan tentang kapal wisata buatan ITS oleh Kepala Departemen (Kadep) Teknik Perkapalan ITS Ir Wasis Dwi Aryawan MSc PhD. Dalam presentasinya, Wasis menyampaikan bahwa pengembangan kapal wisata akan diarahkan dengan model Glass Bottom Boat yang dapat menyajikan pemandangan alam bawah laut pada wisatawan melalui kaca yang dipasang di bawah kapal.

“Untuk Pulau Bunaken terdapat tiga trip dalam sehari, sedangkan pulau Labuan Bajo ada tiga trip, sekali trip memakan waktu dua jam,” terang pria berkacamata itu.

 

Baca Juga :