Jenis-Jenis Cacat Kayu dan Pengaruhnya
Umum

Jenis-Jenis Cacat Kayu dan Pengaruhnya

Jenis-Jenis Cacat Kayu dan Pengaruhnya

Cacat-cacat kayu biasanya diakibatkan oleh berbagai faktor mulai dari faktor internal (faktor yang berasal dari dalam kayu) maupun dari faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar kayu seperti organisme-organisme tertentu). Cacat kayu merupakan suatu kelainan yang terdapat dalam sebatang kayu sehingga mempengaruhi mutu dan isi kayu (Ardhiansyah et al, 2019). Searah dengan pengertian tersebut Depertemen Pertanian (1976) juga mendefinisikan cacat kayu sebagai setiap kelainan yang terjadi atau terdapat pada kayu dan bisa mempengaruhi mutu atau kualitas kayu tersebut. Jenis-jenis cacat kayu serta pengaruhnya yang dikemukakan oleh Dumanauw (1990) adalah sebagai berikut:

1. Cacat Mata Kayu

Jenis cacat mata kayu adalah lembaga atau bagian cabang yang berada di dalam kayu. Mata kayu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu mata kayu sehat, mata kayu lepas, dan mata kayu busuk.
  • Mata kayu sehat adalah mata kayu yang tidak busuk, berpenampang keras, tumbuh kukuh dan rapat pada kayu, berwarna sama atau lebih gelap dibandingkan dengan kayu di sekitarnya.
  • Mata kayu lepas adalah mata kayu yang tidak tumbuh pada kayu, biasanya pada proses pengerjaan mata kayu ini akan lepas dan tidak ada gejala busuk.
  • Mata kayu busuk adalah mata kayu yang menunjukan tanda-tanda pembusukan dan bagian-bagian kayunya lunak atau lapuk, berlainan dengan bagian-bagian kayu di sekitarnya.
Jenis cacat mata kayu mempunyai pengaruh yang kurang menguntungkan. Pengaruh mata kayu tersebut antara lain:
  • Kerasnya penamapang mata kayu (mata kayu sehat) akan memberikan kesulitan pada pengerjaannya.
  • Mengurangi keindahan permukaan kayu
  • Menyebabkan lubang lembaran-lembaran finir berlubang
  • Mengurangi sifat keteguhan kayu. Sifat keteguhan kayu berkurang karena serat mata kayu relatif tegak lurus serat batang pohon. Adapun keteguhan tegak lurus serat lebih rendah dibandingkan dengan keteguhan sejajar serat. Kearah itu serat-serat di sekeliling mata kayu juga tidak teratur.
2. Retak-Retak Kayu
Pada badan kayu bulat atau pada bontos kayu bulat sering terlihat adanya serat-serat yang terpisah memanjang. Berdasarkan ketentuan pengujian kayu, lebar terpisah serat yang tidak melebihi 2 mm dinamakan retak, ≤ 6 mm dinamakan pecah, dan kalau lebarnya > 6 mm dinamakan belah. Jenis cacat kayu ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
  • Ketidakseimbangan arah penyusutan pada waktu kayu menjadi kering
  • Tekanan di dalam tubuh kayu yang kemudian terlepas pada waktu kayu ditebang
  • Kurang hati-hati pada waktu melakukan penebangan atau menimpa benda-benda keras.
Cacat-cacat ini akan berpengaruh pada keteguhan tarik sehingga menjadi berkurang. Demikian pula keteguhan kompresi akan berkurang, karena distribusi tegangan-tegangan yang disebabkan oleh adanya suatu beban tidak merata. Selain itu keteguhan geser pun sangat terpengaruh oleh jenis cacat kayu ini, karena pengurangan langsung dari luasnya daerah yang menahan geseran.