Jenis-Jenis Peradaban Dan Perubahan Peradaban

Jenis-Jenis Peradaban Dan Perubahan Peradaban

Jenis-Jenis Peradaban Dan Perubahan Peradaban

Jenis-Jenis Peradaban Dan Perubahan Peradaban

  • Peradaban Klasik Kuno

Peradaban kuno sangat dipengaruhi oleh zaman pada periode antara 600 SM-400 SM dimana serangkaian orang bijak, nabi, agama dan filsuf reformis, dari Cina, India, Iran, Israel dan Yunani, mengubah arah peradaban selamanya. Julian jaynes menghubungkannya dengan “runtuhnya pikiran bikameral”, dimana ide-ide bawah sadar hanya di akui sebagai subjektif, bukannya sebagai suara dari roh-roh. William H. McNeil mengkajinya dari periode sejarah sebagai salah satu budaya dimana kontak antara peradaban sebelumnya terpisah dengan melihat “penutupan oecumene”, dan menyebabkan perubahan sosial di percepat dari cina ke mediterania, berhubungan dengan penyebaran mata uang kerajaan yang lebih besar dan agama-agama baru. Pandangan ini baru-baru ini telah diperjuangkan oleh Chirtopher Chase-dunn dan ahli teori sistem dunia lainnya.
  • Gugus Peradaban Dunia

Untuk mengenalinya lebih spesifik, peradaban dunia sepanjang masa di kelopokkkan dalam beberapa gugus yaitu peradaban Mediterania, Peradaban Timur Tengah, Peradaban India Hindu dan Budha, Peradaban Asia Timur, Asia Tengah, Asia Tenggara, Kristen Barat, dan Peradaban Meso-Amerika. Peradaban Mediterania dari Periode Klasik meliputi peradabanYunani Kunodan peradaban Hellenic, peradaban Phoenix, dan Peradaban Islam. Gugus peradaban India Hindu dan Buddha meliputi peradaban Post-Maurya India, Kemaharajaan Gupta di India Uatara, kerajaan Chola di India Selatan, dan peradaban Ceylon kuno. Peradaban Asia Timur meliputi peradaban Tibet, Turki, dan Mongol, sedangkan Peradaban Eropa meliputi Peradaban Georgia dan Armenia, peradaban Kristen Barat, Byazantium, Kristen Ortodoks Timur dan Peradaban Russian, dan peradaban Meso-Amerika meliputi peradaban Aztec dan Peradaban Maya.
Karena perjalanan penemuan oleh penjelajah eropa-15 dan abad ke-16, perkembangan lain terjadi di Eropa. Bentuk pemerintahan, industri, perdagangan, dan budaya elah menyebar ke eropa barat, ke Amerika, Afrika Selata, Australia, dan melalui kerajaan kolonial, ke seluru planet bumi. Hal tersebut akan mengarahkan pemikiran bahwa kita adalah bagian dari sebuah planet industrialisasi peradaban dunia, yang dibagi antara banyak bangsa dan bahasa, kecuali beberapa masyarakat yang tidak dikenal (Uncotacted).
  • Peradaban Dan Identitas Budaya

“Peradaban” dapat juga menggambarkan identitas budayadari suatu masyarakat yang kompleks. Setiap masyarakat, baik yang dikatakan beradab maupun yang tidak beradab, memiliki ide yang spesifik, adat istiadat, item tertentu dan sen, yang membuatnya unik. Dalam hali ini, peradaban lebih rumitdari budaya. Sastra, seni profesional, arsitektur, agama, adat istiadat,dan kompleks gterkait dengan para elite termasuk dalam peradaban ini. Peradaban senantiasa menyebar, untuk memiliki lebih banyak, dan memperluas sarana yang digunakan untuk melaksanakannya.
Namun sampai saat ini, beberapa suku atau orang-orang tetap tidak beradab dan budayanya “primitif”, tetapi bagi sebagian orang istilah “primitif” ini mengandung arti merendahkan. Istilah “primitif” berasal dari bahasa latin “primus” yang berarti budaya “pertama”. Sebagai ganti istilah “non-melek” (buta huruf) untuk menggambarkan orang-orang seperti ini.
Dunia beradab menyebar dengan invasi, konversi, keagamaan, perpanjangan birokrasi kontrol dan perdagangan, dan untuk memperkenalkan pertanian dan budaya menulis untuk orang-orang buta huruf yang dianggap tidak beradab. Beberapa orang mungkin rela beradaptasi dengan perilaku beradab, tetapi peradaban juga disebarkan dengan kekerasan jika kelompok “non-melek” (buta-huruf) tidak ingin melaksanakan pertanian atau menerima agama tertentu, sering dipaksa untuk berbuat demikian oleh orang-orang yang beradab, dan biasanya mereka berhasil karena memiliki teknologi yang lebih maju. Orang-orang yang menganggap dirinya beradab sering menggunakan agama untuk membenarkan tindakannya, misalnya dengan mengklaim bahwa orang yang tidak beradab adalah “primitif”, liar, biadab, atau sejenisnya, yang harus ditundukkan oleh peradaban.
Budaya rumit yang berkaitan dengan peradaban cdenderung menyebar dan mempengaruhi budaya-budaya lain, kadang-kadang berasimilasi ke dalam peradaban (contoh klasik adalah peradaban cina dan pengaruhnya kepada Korea, Jepang, Vietnam, dan negara-negara tetangga). Banyak peradban yang benar-benar besar yang melingkupi banyak negara dan wilayah. Identitas budaya paling luas orang tersebut adalah peradaban dimna dia hidup. Etiologi peradab adalah bahasa latin atau Romawi, yang didefinisikan sebagai penerapan keadilan dengan “sipil”, tetapi juga meneliti dan merenungkan peradaban yahudi atau Ibrani. Peradaban Ibrani tidak didefinidikan sebagai ekspresi atau perluasan dari jebakan subjektif dan budaya masyarkat, melainkan sebagai masyarakat manusia dan/ atau budaya menjadi ekspresi objektif tambahan moral dan etika seperti yang diketahui, dipahami, dan diterapkan sesuai dengan ajaran Musa (Mosaic Covenant). Suatu peradaban manuisa akan menjadi ekspresi dan perluasan dua pilar peradaban paling dasar yaitu bobot kejujuran yang distandarisasi dan ukuran-ukuran moral dan konstitusi kesehatan. Segala sesuatu yang lain, apakah teknologi, ilmu pengetahuan, seni, musik, dll adalah dengan definisi ini dianggap sebagai komentar. Memang untuk tingkat wilayah permukaan masyarakat manusia yaitu kebudayaan adalah beradab adalah tingkat medan internal (karateristik, kepribadian atau substansi) dari orang-orang dan kepemimpinanyang harus juga diinokulasi dan juga harus ditanamkan dengan landasan moral.
  • Wujud dan Perkembangan Peradaban

Wujud dari peradaban dapat berupa :
  1. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
  2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.
  3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.
  4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).
  • Masa Depan Peradaban

Ilmuan politik Samuel P. Hungtinton mendefenisikan peradaban sebagai budaya tertinggi kelompok masyarakat dan tingkat terluas dari identitas budaya yang membedakan manusia dari spesies lain. (the highest cultural grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguishes humans from other species). Ia mengemukakan wacana “Benturan Peradaban” yang akan terjadi pada abad ke-21. Menurut pendapatnya, konflik antara perdaban akan menggantikan konflik antara negara-bangsa dan konflik ideologi yang ,enjadi ciri abad ke-20.
Saat ini, peradaban dunia berada dalam tahap yang telah menciptakan apa yang dapat digolongkan sebagai sebuah masyarakat industri, menggantikan masyarakat agraris yang mendahuluinya. Beberapa futuris percaya bahwa peradaban sedang mengalami transformasi lain, dan bahwa masyarakat dunia akan menjadi masyarakat informasi.
Beberapa ilmuan lingkungan melihat dunia memasuki fase peradaban planetary , yang dicirikan oleh pergeseran independent dari, terputusnya negara-bangsa untuk peningkatan konektifitas dunia global dengan lembaga-lembaga diseluruh dunia, tantangan lingkungan, sistem ekinomi, dan kesadaran.
Untuk lebih memahami apa yang dimaksudkannya planetary Fase peradaban dapat dilihat dalam konteks penurunan sumber daya alam dan meningkatnya konsumsi, skenerio kelompok global yang menggunakan skenario analisis untuk sampai pada tiga pola dasar berjangka yaitu:
1. Barbarisasi yang mengakibatkan meningkatnya konflik baik dunia atau menyelesaikan merosotnya (brekdown) benteng masyarakat.
2. Konvensional semesta alam, di mana kekuatan-kekuatan pasar atau reformasi kebijakan perlahan-lahan mengendapkan edapan praktek yang lebih berkelanjutan dan
3. Transisi Besar, di ana jumlah gerakan Eco-komunalisme yang terfragmentasi bertambah sehingga dunia yang berkelanjutan atau usaha terkoordinasi secara global dan inisiatif menghasilkan keberlanjutan paradigma baru.
Skala peradaban kardahev mengklasifikasikannya berdasarkan tingkat kemajuan teknologi, terutama diukur oleh jumlah energi suatu peradabanyang mampu dimanfaatkan dan membuat ketentuan bagi peradaban yang jaub lebih bertekn