Kemendikbud Bakal Tarik Buku Karangan Remy Sylado Bermuatan Pornografi

Kemendikbud Bakal Tarik Buku Karangan Remy Sylado Bermuatan Pornografi

Kemendikbud Bakal Tarik Buku Karangan Remy Sylado Bermuatan Pornografi

Kemendikbud Bakal Tarik Buku Karangan Remy Sylado Bermuatan Pornografi
Kemendikbud Bakal Tarik Buku Karangan Remy Sylado Bermuatan Pornografi

Beredarnya buku berjudul Perempuan Bernama Arjuna 1 dan 3 membuat publik di Aceh jadi resah

. Sebab buku berjenis novel yang memiliki konten pornografi itu beredar di perpustakaan SMPN 2 Sungai Raya, Aceh Timur.

Masyarakat pun mempertanyakan pengawasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam bentuk buku ajar dan buku pendamping ajar lainnya di sekolah.

Atas keresahan itu, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin Tjalla mengatakan, pihaknya belum pernah melakukan pemeriksaan terhadap buku Perempuan Bernama Arjuna.

“Koordinator buku Non teks Pelajaran, Pak Singgih dan Pak Glend dari IT sudah memeriksa

data dari tahun 2006 sampai 2017, hasilnya buku tersebut belum pernah dilakukan penilaian oleh Puskurbuk,” ujar Awaluddin Tjalla kepada JawaPos.com, Senin (5/2).

Awaluddin sangat menyayangkan beredarnya buku bermuatan pornografi tersebut dan bahkan sampai ke Perpustakaan sekolah. Untuk itu pihak Puskurbuk akan menjalin komunikasi dengan pihak penerbit dan segera mengambil langkah penarikan buku itu.

“Perlu ditarik dari masyarakat. Kami sedang komunikasi dengan penerbitnya

untuk menarik buku tersebut,” kata Awaluddin.

Senada dengan pernyataan Awaluddin, Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno pun menegaskan, buku “Perempuan Bernama Arjuna” belum terdata di Kemendikbud.

“Buku itu belum pernah mendapat pengesahan dari Kemendikbud,” kata Totok Suprayitno kepada JawaPos.com, Senin (5/2).

Sebagaimana diketahui buku Perempuan Bernama Arjuna itu ditulis oleh Remy Sylado. Buku itu dihibahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipanpada pertengahan September 2017 lalu.

Namun saat dikonsumsi pelajar, ternyata buku itu memiliki konten pornografi dan meresahkan masyarakat Serambi Makkah tersebut sejak Januari.

 

Baca Juga :