Pendidikan

Kesimpulan Hati Nurani

Kesimpulan Hati Nurani

Dalam kejadian-kejadian diatas keharusan seseorang sudahlah pasti, dan ia harus memakai sarana yang tentunya akan memenuhi. Tetapi terdapat kejadian-kejadian lain yang keharusnya sendiri masih merupakan masalah yang meragukan. Disini sangat berlainanlah yang kita hadapi. Jalan yang lebih aman, meski selalu boleh,sering mahal dan tidak menyenangkan. Terdorong oleh keinginan untuk mengerjakan hal yang lebih baik, sering kita mengikutinya saja tanpa komentar. Tetapi kita wajib mengikutinya dalam segala kejadian keraguan, sukarnya hidup tidak akan terderita lagi. Kesukaran-kesukaran semacam itu harus dihindari dengan memakai perinsip-perinsip refleks yang kedua.

Huklum yang meragukan :

Hukum yang meragukan tidak mengikat, hanya dapat diterapkan bila saya ragu-ragu apakah saya ikut atau tidak ikut oleh keharusan, bila keraguan hati nurani berkisar pada sesuai tidaknya perbuatan yang harus dikerjakan dengan hukum. Dibalik perinsip ini ialah permakluman adalah hakikat hukum, dan suatu hukum tidaklah tidak dipermaklumkan karena tidak cukup dengan diberi tahukan kepada si pribadi yang mau berbuat sekarang dan ditempat ini.

Hukum memberi beban keharusan, yang biasanya memayahkan, dan siapa yang hendak membebankan keharusan atau membatasi kemerdekaan orang lain, haruslah membuktikan, haknya untuk berbuat demikian. Orang dianggap bebas sampai pasti bahwa ia dikekang. maka hukum atau kekekangan yang ada tetapi meragukan, kekuatan kehilangan mengikatnya. Hendaknya hati-hati dalam kejadian –kejadian ini dari kejadian-kejadian perinsip lainnya. Tidak boleh menggelindingkan batu besar dari suatu bukit dengan harapan semata menjatuhi orang yang lewat di bawah.

sumber :

https://radiomarconi.com/