Kurikulum 2013 harus dibahas lagi di level kabinet

Kurikulum 2013 harus dibahas lagi di level kabinet

Kurikulum 2013 harus dibahas lagi di level kabinet

Kurikulum 2013 harus dibahas lagi di level kabinet
Kurikulum 2013 harus dibahas lagi di level kabinet

Pemerintah mengakui persiapan pelaksanaan kurikulum 2013

ini masih kurang. Maka itu diperlukan pembahasan sekali lagi di tingkat kabinet.

“Agar manakala kurikulum ini diberlakukan, tidak ada lagi yang menjadi persoalan pada tingkat implementasinya, intinya di situ,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rapat terbatas membahas masalah kurikulum pendidikan tahun 2013 di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2013).

Menurut SBY, untuk menuju ke penerapan kurikulum 2013

atau kurikulum yang baru ini, ditalarbelakangi dan dilandasi pemikiran yang utuh serta memiliki urgensi dan tujuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sekitar dua minggu lalu saya berkomunikasi dengan Mendikbud yang intinya sejauh mana sebetulnya persiapan dan kesiapan untuk memberlakukan kurikulum baru ini, serta seperti apa sosialisasi dan komunikasi yang dilakukan. Bukan hanya dengan DPR RI dan juga masyarakat luas,” ujar SBY.

Beberapa minggu lalu Wakil Presiden Boediono juga sudah menyampaikan tentang kurikulum baru itu.

Seperti diketahui, sebelumnya Ombudsman Republik Indonesia

mengusulkan kepada Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan kembali rencana penerapan kurikulum 2013.

Ombudsman menilai persiapan pelaksanaan kurikulum 2013 dari Pemerintah ini masih kurang.

Persiapannya jelas minim, mengingat waktu yang tersedia tinggal empat bulan lagi,” ujar Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, dalam keterangan pers-nya yang diterima Sindonews, Selasa (2/4/2013).

Menurutnya, banyak guru yang berada di lapangan mengindikasikan ketidaksiapan dan kebingungan mereka dalam menerapkan kurikulum anyar tersebut.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/