Pendidikan

Macam – Macam Qiro’at

Macam – Macam Qiro’at
A. Dari Segi Kuantitas

  • Qiro’at Sab’ah ( Qiro’at tujuh ) adalah imam-imam qiro’at ada tujuh orang, yaitu:[3]
    1. ‘Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w.120 H ) dari Mekkah. Qiraat yang ia peroleh dari Abdullah bin Jubair.
    2. Nafi’ bin ‘Abdurrahman bin Abu Na’im (w .169 H ).dari madinah. Tokoh ini belajar qiraat kepada 70 tabiin, seperti Ubay bin ka’ab, Abdullah bin Abbas dan Abu Hurairah.
    3. ‘Abdullah Al-yashibi (w.118 H ) dari Syam. Sebagian riwayat mengatakan bahwa ia berjumpa dengan utsman bin Affan.
    4. Abu Amar (w.154 H ) dari Irak, ia meriwayatkan qiraat dari Mujahid bin Jabr.
    5. Ya’kub (w.205 H ) dari Irak. Ia belajar pada Salam bin Sulaiman al-Thawil yang mengambil qiraat dari ashim dan Abu Umar.
    6. Hamzah (w.188 ). Ia belajar pada Sulaiman bin Mahram
    7. ‘Ashim (w.127 H ). Ia belajar qiraat kepada Dzar bin Hubaisy, dari Abdullah bin Mas’ud
  • Qiro’ah Asyiroh (Qiraat Sepuluh) adalah qiro’ah sab’ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja’far, Ya’kub bin Ishaq, kalaf bin hisyam
  • Qiro’ah Arba Asyiroh (qiro’ah empat belas) yaitu qiro’ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu :Al-hasan al basri (w.110 H), muhammad bin abdul rohman (w.123 H), yahya bin mubarok(w.202 H), dan Abu fajr muhammad bin ahmad Asy-Syanbudz (w.388 H)


B. Dari Segi Kualitas

Berdasarkan penelitian al-jazari, berdasarkan kualitas, qiraat dapat dikelompokan dalam lima bagian, antara lain :[4]

  1. Qiro’ah Mutawwatiryaitu qiro’ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta.
  2. Qiro’ah Mashur yaitu qiro’ah yang memiliki sanad sahih, tapi tidak sampai kual;itas mutawatir.
  3. Qiro’ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab, tidak memiliki kemasyuran, dan tidak dibaca sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan Al-Jazari.
  4. Qiro’ah Maudhu yaitu palsu
  5. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang[5]
  6. Qiro’ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan).yakni adanya sisipan pada bacaan dengan tujuan penafsiran.[6]

sumber :