Mahasiswa UIN Malang Kepung Gedung Rektorat Tolak UKT Mahal

Mahasiswa UIN Malang Kepung Gedung Rektorat Tolak UKT Mahal

Mahasiswa UIN Malang Kepung Gedung Rektorat Tolak UKT Mahal

Mahasiswa UIN Malang Kepung Gedung Rektorat Tolak UKT Mahal
Mahasiswa UIN Malang Kepung Gedung Rektorat Tolak UKT Mahal

Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

(UIN Maliki) Malang melakukan demonstrasi dengan mengepung gedung rektorat. Mereka mengaku keberatan dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai terlalu mahal, Jumat, (16/8/2019).

Koordinator Massa aksi Fakultas Tarbiyah, Akmal Cahya Ramadhani mengatakan, pihak kampus dianggap tidak transparan dalam menerapkan UKT. Penerapan UKT juga dinilai tak melihat kekuatan ekonomi orangtua mahasiswa baru.

Apalagi ada dua macam biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa tahun ajaran 2019/2020

, yaitu UKT dan biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan Ma’had. “Kampus mengeluarkan UKT setelah mahasiswa baru menyelesaikan pembayaran biaya pengembangan dan Ma’had. Uang untuk Ma’had Rp7,5 juta barulah muncul UKT, jika tak bisa bayar UKT ya tidak diterima di UIN. Dan uang tidak bisa kembali,” kata Akmal.
Baca Juga:

Warga Tuntut Pilkades Gayaman Diulang, BPD Tunggu PTUN
Dijanjikan 6 Panitia Prona Ditahan, Ribuan Demonstran Bubar
Ratusan Ribu Warga Tuntut Pemimpin Hong Kong Mundur
LMND Berikan Sertifikat ‘Kendaraan Politik Praktis’ kepada Dirut PDAM Jember
Massa PCS Anggap Tidak Ada Keadilan di Jawa Timur

Sementara Korlap aksi, Arifan Maulana menyebut kebijakan UIN Malang sangat berat

dan berbeda dengan UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mahasiswa disana katanya, cukup daftar ulang dengan membayar biaya UKT. Tanpa tambahan uang pengembangan kelembagaan dan Ma’had.

“Kebijakan double biaya kuliah di UIN Malang ini mirip dengan keberadaan tagihan Sumbangan Pembangunan Infrastruktur di Unsoed, yang mana seharusnya sudah tidak lagi ada kebijakan sejenis ketika kampus telah menerapkan sistem UKT,” paparnya.

Demonstran juga mengkritisi realisasi dana penerimaan dan pengeluaran dana PNBP kampus dari biaya Pengembangan Kelembagaan dan Pendidikan Ma’had selama ini karena dianggap tak transparan. Seharusnya, rincian itu diberitahu ke mahasiswa. Namun hingga saat ini mahasiswa tak pernah mendapat informasi yang terperinci.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289542394003803