Pertanian

Makna Islam

Makna Islam

Islam dalam hal ini adalah

sebuah nama untuk suatu agama. Nama tersebut berbeda dengan penyebutan agama-agama lain seperti Kristen, Hindu dan agama yang lain yang dialamatkan kepada pembawa ajaran agama. Penamaan Islam adalah langsung dijelaskan sendiri oleh sumber ajarannya, Al-Qur’an. Salah satu ayat yang menyatakan nama agama ini “Islam”, berbunyi “sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” (Q.S. 3:19). Para pemeluk agama tersebut dinamakan Muslim, artinya “orang yang membikin perdamaian dengan Tuhan dan dengan sesama manusia”, karena kata Islam itu sendiri secara esensial adalah “masuk dalam perdamaian”. Inilah makna Islam dilihat dari sudut bahasa, sekaligus mencerminkan maknanya pada hakikat agama itu.

Bedasarkan ajaran agama Islam, tujuan hidup manusia bukan hanya mencari keselamatan material (dunia) saja, tetapi juga keselamatan hidup spiritual (akhirat). Sebagaimana pengertian lain mengenai kata “Islam”, yang bermakna penyerahan diri atau ketaatan sepenuhnya kepada kehendak Allah untuk mencapai kepribadian yang bersih; maka seorang muslim selalu menjalin hubungan dengan-Nya dalam kepatuhan, disamping hubungannya secara harmonis dengan sesama manusia. Dasar ajaran inisangatlah jelas akan menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia. Islam merupakan bingkai bagi segala aspek kehidupan itu, manakala ia dijadikan landasan yang tercermin didalam segala gerak peradaban manusia atau para pemeluk agama itu pada khususnya.

Oleh karena itu apabila makna Islam dipahami dalam kaitannya dengan peradaban manusia, maka ia sebagai agama monoteisme dapat menjadi dasar moral dalam pertumbuhan serta perkembangan kebudayaan suatu bangsa. Bahkan atas dorongan dan kekuatan agama ini akan tercipta suatu peradaban manusia dalam segala aspeknya. Dalam hal ini peradaban Islam sesungguhnya adalah suatu peradaban yang mempunyai kerangka pedoman berdasarkan wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Kedua sumber intisari ajaran Islam, Al-Qur’an dan Hadits, ini sseiring dengan perkembangan zaman dan perluasan wilayah penyebaran Islam telah melahirkan sistem gagasan yang tumbuh melalui jalur-jalur pemikiran keislaman. Secara tradisional, jalur pemikiran yang mendorong gerak peradaban umat Islam, ialah dibidang fiqh, tauhid, dan tasawuf

Dalam buku lain dikatakan  bahwa sejarah dan kebudayaan Islam adalah satu bagian dari ilmu pengetahuan agama Islam. Oleh karena itu sungguh tidak dapat dianggap, bahwa sejarah dan kebudayaan Islam itu sebagai suatu ilmu yang tersendiri atau terpisah dari ilmu pengetahuan agama Islam. Ini adalah suatu kenyataan yang selama ini dilupakan orang, disengaja maupun tidak


baca juga :