Malaikat Izrail, Malaikat Maut atau Malaikat Pencabut nyawa

Malaikat Izrail, Malaikat Maut atau Malaikat Pencabut nyawa

Malaikat Izrail, Malaikat Maut atau Malaikat Pencabut nyawa

Malaikat Izrail, Malaikat Maut atau Malaikat Pencabut nyawa
Malaikat Izrail, Malaikat Maut atau Malaikat Pencabut nyawa

Malaikat Izrail

biasa disebut sebagai malaikat maut atau malaikat pencabut nyawa. Disebutkan dalam sebuah hadits dari Nabi Muhammad Saw, bahwa Allah SWT dalam menciptakan malaikat Izrail, maka beberapa makhluk ditutupi dengan sejuta hijab. Sedangkan besarnya malaikat Izrail itu melebihi besarnya beberapa langit dan beberapa bumi. Seandainya seluruh air laut dan sungai ditumpahkan ke atas kepalanya, maka tidaklah setetes air itu juga jatuh ke bumi.

Sesungguhnya pada malaikat Izrail, Allah SWT telah memberikan kekuasaan (kekuatan) yaitu bagian Timur dan bagian Barat bumi dihadapan malaikat Izrail, bagaikan meja yang telah diletakkan diatasnya sesuatu, yang diletakkan dihadapan seseorang agar memakannya, kemudian orang tersebut memakan apa yang ada di atas meja menurut apa yang disukainya. Demikian itulah, malaikat Izrail yang mempunyai kekuatan membolak-balikkan bumi, sebagaimana seseorang yang begitu mudahnya dalam membolak-balikkan sekeping mata uang.

Dan sesungguhnya malaikat Izrail telah diikat dengan rantai sebanyak 70.000 yang setiap rantai panjangnya sekitar 1000 tahun. Sedangkan para malaikat yang lain tidak mendekati malaikat Izrail, karena tidak mengetahui dimana tempatnya, tidak mendengar suaranya dan mereka juga tidak mengetahui keadaan malaikat Izrail walau sampai kapanpun juga.

Malaikat Pencabut Nyawa

Ketika Allah SWT telah menciptakan malaikat Izrail, maka Dia telah memerintahkan pada malaikat Izrail untuk memegang maut (mencabut nyawa). Lalu malaikat Izrail berkata: “Ya Allah, apakah maut itu?”. Maka Allah memerintahkan kepada hijab untuk membuka diri hingga malaikat Izrail mengetahui apa maut itu. Kemudian Allah SWT berfirman kepada para malaikat: “Berhentilah dan lihatlah wahai malaikat kepada maut ini”. Maka berhentilah semua malaikat, lalu Allah SWT memerintahkan kepada maut: “Terbanglah di atas semua malaikat, dan bentangkanlah seluruh sayap-sayapmu dan semua malaikat telah menyaksikan”. Maka tersungkurlah para malaikat semuanya dalam keadaan pingsan selama 1000 tahun.

Dan pada saat para malaikat sudah sadar dari pingsannya lalu mereka bertanya kepada Allah SWT: “Ya Tuhan kami, sudahkah Tuan menciptakan makhluk yang lebih besar dari ini?”. Maka Allah SWT berfirman: “Akulah yang telah menciptakan dan Akulah yang lebih besar darinya dan sungguh semua makhluk akan mengalaminya (merasakannya)”.

Kemudian Allah SWT berfirman kepada malaikat Izrail: “Wahai Izrail, peganglah maut itu karena dia itu telah Aku kuasakan kepadamu”. Lalu malaikat Izrail menjawab: “Wahai Allah, dengan kekuatan apa aku harus memegangnya padahal dia lebih besar dari diriku ini”. Kemudian Allah SWT memberikan kekuatan kepada malaikat Izrail, lalu dia mengambilnya dan tenanglah maut di tangan malaikat Izrail.

Maka maut itu pun berkata

“Wahai Allah, izinkankah aku untuk berteriak di seluruh langit sekali lagi”. Kemudian Allah SWT mengizinkannya, maka berteriaklah maut itu dengan suara yang lantang dan keras: “Aku adalah maut, yang memisahkan antara suami dan istri, aku adalah maut yang memisahkan antara anak dan ibunya, aku adalah maut yang memisahkan antara saudara laki-laki dan saudara perempuan, aku adalah maut yang merusak rumah-rumah dan gedung-gedung yang kokoh menjulang tinggi, aku adalah maut yang meramaikan kuburan, aku adalah maut yang mencarimu dan menemukanmu, meskipun kamu berada di dalam gedung yang terkunci dengan rapat dan tidak ada sesuatu makhluk apapun kecuali akan merasakan aku”.

Ketika maut mendatangi orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan orang-orang yang celaka, maka maut itu datang dan turunlah di sebelah kirinya (orang yang kafir). Ia berupa malaikat yang hitam legam wajahnya, matanya melotot dengan berbagai macam siksa yang sangat pedih. Lalu duduklah para malaikat adzab itu di dekat dengan orang yang dalam keadaan sekarat itu hingga malaikat maut (Izrail) datang kepadanya.

Dan apabila malaikat maut telah datang kepada seseorang diantara mereka, maka berdirilah dihadapan jiwa orang tersebut, lalu ia bertanya: “Siapakah engkau dan apa yang engkau inginkan dariku?”. Malaikat Izrail menjawab: “Aku adalah malaikat maut, yang akan mengeluarkanmu dari dunia ini dan menjadikan anak-anakmu dalam keadaan yatim, istri-istrimu dalam keadaan janda , harta-hartamu yang akan terwarisi oleh ahli-ahli warismu, yang mereka tidak kamu senangi dikala hidupmu, sedangkan kamu tidak mempersiapkan kebaikan untuk dirimu dan tidak pula untuk kehidupan akhiratmu. Maka hari ini aku telah datang kepadamu untuk mencabut nyawa dari jasadmu”.

Tatkala orang kafir yang sedang sekarat itu mendengar perkataan malaikat maut, maka ia berpaling ke arah lain. Maka terlihatlah bahwa malaikat maut telah berdiri dihadapannya, lalu malaikat maut berkata kepadanya: “Apakah engkau tidak mengetahuiku. Aku adalah malaikat Izrail (maut) yang mencabut nyawa kedua orang tuamu, sedangkan engkau melihat kepadanya dan keberadaanmu tidak bisa memberikan manfaat kepada orang tuamu. Pada hari ini aku akan mencabut nyawamu sehingga bisa dilihat oleh anak-anakmu, sanak kerabatmu, teman-temanmu, agar hari ini mereka mengambil ibarat banyak kekuatan dari pada engkau, yang memiliki banyak harta dari pada hartamu, yang memiliki banyak anak dari pada anakmu. Kemudian malaikat maut berkata kepada orang yang sedang sekarat itu: “Aku melihat dunia ini penuh dengan tipu daya dan pengingkaran”.

Selanjutnya Allah SWT menciptakan dunia dengan bentuk suatu makhluk, lalu dunia ini berkata: “Hai orang-orang yang telah berbuat maksiat, apakah kamu tidak malu melakukan dosa di atas dunia dan tidak mau mencegah dirimu dari kedurhakaan tersebut, padahal kamu membutuhkanku, sedangkan aku tidak membutuhkan dirimu. Dan tidak pernah kau bedakan antara yang halal dan yang haram, bahkan kamu menyangka bahwa dirimu tidak akan terpisahkan dengan dunia, maka sesungguhnya aku (dunia) akan bebas dari kamu dan dari amal perbuatanmu”.

Dan apabila semua orang telah melihat bahwa hartanya mudah menjadi milik orang lain, maka harta itu berkata: “Wahai orang-orang yang durhaka, kamu mencariku (harta) dengan jalan yang tidak benar dan tidak menafkahiku dan tidak pula menyedehkahkan pada orang-orang fakir dan orang-orang miskin. Pada hari ini aku telah menjadi milik orang lain”.
Hal diatas sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara : 88-89 yang artinya:

“Pada hari itu tidaklah bermanfaat harta dan anak-anak kecuali yang menghadap kepada Allah dengan hati yang suci”.
Maka orang yang sedang sekarat itu pun berkata: “Ya Allah Ya Tuhan kami, kembalikanlah aku agar aku dapat berbuat kebaikan yang selama ini telah aku tinggalkan”. Kemudian Allah SWT berfirman dalam Al-Qura’an surat Yunus : 49 yang artinya:
“Apabila telah datang ajal mereka, maka tidaklah dapat di tunda dan tidak pula dimajukan, meskipun hanya sesaat”.

Setelah itu malaikat maut (Izrail) mencabut ruh dari jasadnya, apabila orang itu adalah orang yang beriman maka akan bahagia dan apabila orang itu adalah orang yang kafir atau munafik akan merasa celaka. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mutaffifin : 7 yang artinya:
“Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya catatan amal-amal orang durhaka benar-benar tersimpan dalam neraka Sijjin”.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/