Media audio visual belum maksimal dimanfaatkan

Media audio visual belum maksimal dimanfaatkan

Media audio visual belum maksimal dimanfaatkan

Media audio visual belum maksimal dimanfaatkan
Media audio visual belum maksimal dimanfaatkan

Sebagai balai penyedia media pembelajaran audio visual, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) DIY telah lama menyediakan berbagai jenis pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT).

Namun sayangnya, ribuan produk yang ada

, sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah di DIY.

“Tugas utama kami memang memproduksi media pembelajaran, agar bisa dimanfaatkan oleh sekolah dalam proses belajar-mengajar tiap harinya. Namun pemanfaatannya masih minim. Bukan karena tidak tahu bahwa banyak media pembelajaran yang kami sediakan, tapi lebih pada belum semua sekolah terjangkau akses jaringan internet yang memadai,” ujar Kepala Balai Tekkomdik Singgih Raharjo, di Yogyakarta, Kamis (4/4/2013).

Ditemui di ruang kerjanya, Singgih menuturkan, sampai saat ini sudah ribuan produk yang dihasilkan, baik yang berupa CD maupun soft file. Berbagai produk media pembelajaran audio visual tersebut memiliki model bermacam-macam.

Menurutnya, mulai dari multimedia interaktif, audio interaktif, radio streaming, audio streaming, video animasi, bahkan live streaming. Mengenai materi dan penulis naskahnya sendiri dilakukan oleh guru-guru mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK maupun SLB di DIY.

“Kami memang menawarkan bagi guru yang berminat menulis

naskah untuk media pembelajaran. Jika nantinya yang berminat belum mengetahui tata cara penulisan naskah, kami akan ikutkan pelatihan yang ditentori oleh praktisi-praktisi media audio visual,” jelasnya.

Singgih menuturkan, semua produk media pembelajaran oleh Balai Tekkomdik dapat diperoleh secara gratsi, bahkan tidak hanya untuk sekolah tapi juga untuk guru atau siswa secara individual.

Disamping itu, materi-materi pembelajaran berbasis IT ini dapat diunduh gratis pada website www.jogjabelajar.org atau bisa langsng mendatangi kantor Balai Tekkomdik untuk meng-copy soft file-nya.

Beberapa tema media pembelajaran audio visual milik Balai Tekkomdik antara lain

, ayo menabung, buah kesukaanku dan benda ajaib untuk tingkat TK, aksara jawa, bencana alam dan unggah ungguh untuk SD, terapi autis, bina wicara untuk SLB, budi pekerti dan garis singgung lingkungan untuk tingkat SMP, negosiasi, narrative dan bakteri untuk SMA serta praktek pranatacara dan sistem rem untuk SMK.

Tema-tema dari produk media pembelajaran sendiri memang kami tentukan berdasarkan evaluasi di lapangan. Sampai saat ini, kami memang lebih fokus menggarap media pembelajaran yang lebih ke budaya dan budaya karena memang tema-tema ini belum banyak ditemukan di pasaran,” imbuhnya.

Singgih menambahkan, rata-rata tiap tahunnya diproduksi 100 tema berbeda. Namun mulai 2014, pihaknya akan lebih selektif memilih tema dan naskah para guru untuk meningkatkan kualitas media pembelajaran yang diproduksi. Sebagai langkah mengatasi jaringan internet yang belum merata, Balai Tekkomdik rencananya akan menyediakan mobil media pembelajaran keliling.

Laiknya perpustakaan keliling, mobil ini akan mendatangi sekolah-sekolah untuk menyebarkan atau sekedar meminjamkan produk media pembelajaran yang ada. “Kami juga berencana mengubah metode sosialisasi kami terhadap hal ini agar lebih banyak sekolah yang mau memanfaatkan produk kami,” tuturnya.

 

Baca Juga :