Operator PPDB Gaptek
Pendidikan

Operator PPDB Gaptek

Operator PPDB Gaptek

Operator PPDB Gaptek
Operator PPDB Gaptek

Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 di Kota Bekasi

menimbulkan polemik. Berbagai keluhan dari orang tua wali murid terus diutarakan. Diketahui, sistem zonasi ditentukan atas persetujuan antara orang tua siswa dan operator di setiap sekolah. Namun masih terdapat kesalahan dalam penetuan titik koordinat tersebut.

Ya, jarak peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) nol meter yang menjadi perhatian pada hari pertama kemarin menuai kritik dari berbagai pihak. Pada hari kedua kemarin setelah diperbaiki jarak siswa yang sebelumnya tercantum nol meter, Selasa malam kemarin terpantau berubah menjadi ratusan hingga satu kilo meter lebih.

Sebelumnya siswa yang mendaftar di beberapa sekolah di Kota Bekasi memiliki

rentang jarak yang tidak wajar. Namun setelah dilakukan perbaikan, jarak antara rumah siswa dengan sekolah menunjukkan angka yang bervariasi mulai dari puluhan meter hingga 1KM lebih (lihat grafis).

Selasa kemarin, ratusan orang tua wali murid mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi. Sejak pagi mereka berkumpul untuk memastikan jarak antara rumah dan sekolah yang akan dituju.

Dari keterangan orang tua wali yang hadir di kantor Disdik hingga siang kemarin,

diketahui perubahan tidak hanya terjadi dari yang berjarak jauh dari sekolah menjadi lebih dekat, hal itu juga terjadi sebaliknya hingga disayangkan oleh orang tua.

Salah satu orang tua wali yang ditemui di kantor Disdik Kota Bekasi, Andri mengungkapkan bahwa sejak pukul 08:00 WIB hingga siang itu untuk memperbaiki jarak rumahnya menuju kesekolah SMPN 45 Bekasi.

Pasalnya, jarak yang didapatkan setelah melakukan pendaftaran disekolah dikatakan tidak sesuai dengan jarak sebenarnya, bahkan cenderung dua kali lipat lebih jauh.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/