Pendidikan

Organisasi dan Manajemen Penyaluran Dana di Bank Syari’ah

Organisasi dan Manajemen Penyaluran Dana di Bank Syari’ah

Dalam islam tidak ada satu pun yang dapat dikerjakan secara bersama tanpa seorang pemimpin. Rasulullah menekankan pentingnya seorang pemimpin.Dalam sabdanya, “ketika tiga orang atau lebih bersama-sama dalam suatu perjalanan (bisnis), tunjuklah salah satu seorang diantara kamu sebagai imam (pemimpin).”Selain itu Nabi juga mengatakan bahwa, “kekuasaan Allah adalah pada jama’ah (organisasi),barang sipa yang berpisah darinya akan jauh ke neraka.” (H.R. Tirmidzi).[6]

Kesuksesan dan kemakmuran dalam bisnis bergantung pada kemampuan dan efisien pemimpinnya dan memperbaiki institusi organisasinya dengan pelayanan yang paling baik dan efesien jelas akan mengalami kesuksesan. Apabila organisasi itu solid, diibaratkan sebagai suatu bangunan yang tersusun kukuh. Untuk mendukung pemberian penyaluran dana yang sehat, bank perlu menyediakan unsure struktur pengendalian internal atau struktur pengendalian manajemen yang memadai mulai tahap awal proses kegiatan penyaluran dana sampai pada tahap pengawasan dana pembinaan dengan membentuk sebagai berikut:

  1. Komite kebijakan penyaluran dana (KKPD)

Merupakan komite yang membantu direksi dalam merumuskan kebijakan, mengawasi pelaksanaan kebijakan, memantau perkembangan dan kondisi portofolio penyaluran dana, dan memberikan saran-saran langkah perbaikan.

  1. Komite penyaluran dana

Merupakan komite operasional yang membantu direksi dalam mengevaluasi atau memutuskan permohonan penyaluran dana untuk jumlah dan jenis penyaluran dana.

  1. Bank Syari’ah Sebagai Lembaga

Bank sebagai salah satu lembaga keuangan memiliki fungsi menghimpun dana masyarakat. Dana yang telah terhimpun kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat. Kegiatan bank mengumpul dana disebut dengan kegiatan Funding. Sedangkan kegiatan menyalurkan dana kepada masyarakat oleh bank disebut Financing atau Lending. Dalam menjalankan dua aktivitas tersebut, bank syari’ah harus menjalankan sesuai kaidah-kaidah perbankan yang berlaku. Utamanya adalah kaidah transaksi dalam pengumpulan dan penyaluran dana menurut islam. Namun bagi syari’ah, disamping harus memenuhi tuntunan kaidah islam juga harus mengikuti kaidah hokum perbankan yang berlaku dan di atur oleh bank sentral.[7]

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/