Pembahasan Seputar Ingkar Sunnah

Pembahasan Seputar Ingkar Sunnah

Pembahasan Seputar Ingkar Sunnah

Pembahasan Seputar Ingkar Sunnah
Pembahasan Seputar Ingkar Sunnah

Pengertian Ingkar Sunnah

Ingkar sunnah terdiri dari dua kata yaitu ingkar dan sunnah. Menurut bahasa artinya “menolak atau mengingkari “ingkar ingkar” ingkar berasal dari akar kata bahasa arab yang mempunyai beberapa arti diantaranya” tidak mengikuti dan tidak menerima baik dilisan dan dihati, (antonym kata la-Irfan, dan menolak apa yang tidak tergambarkan dalam hati, misalnya firman Allah SWT Artinya : Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(Q.S. Yusuf; 58)

Arti Ingkar

Dari beberapa arti ingkar di atas dapat disimpulkan baha ingkar secara etimologi diartikan menolak, tidak mengakui dan tidak menerima sesuatu; baik laihr dan batin atau lisan dan hati yang dilatar belakangi oleh factor ketidak tahuannya atau factor lain misalnya Karena gengsi, kesombongan, keyakinan dll. Sedangkan menurut bahasa sunnah, mempunyai beberapa arti diantaranya adalah “jalan yang dijalani, terpuji atau tidak” secara definisi ingkar sunnah dapat diartikan sebagai suatu nama atau aliran atau suatu paham keagamaan dalam masyarakat Islamnya yang menolak atau mengingkari sunnah untuk dijadikan sebagai sumber dan dasar syariat Islam. Pengertian lain ingkar sunnah “suatu paham yang timbul pada sebagian minoritas umat Islam yang menolak dasar hukum Isam dari sunnah shahih baik sunnah praktis atau yang secara formal dikondisikan para ulama, baik secara totalitas Mutawatir maupun ahad, atau sebagaian saa, tanpa ada alasan yang dapat diterima.

Kesimpulan

Dari definisi diatas dipahami bahwa ingkar sunnah adalah paham atau pendapat perorangan atau paham kelompok, bukan gerakan atau aliran, ada kemungkinan paham ini dapat menerima sunnah selain sebagai sumber hokum Islam, misalnya sebagai sejarah, budaya, tradisi dll. Sunnah yang di ingkari adalah sunnay yang shahih baik secara substansial yakni sunnah praktis penamalan Al-Qur’an (sunnah amaliyah) maupun sunnah formal yaitu sunnah dikondifikasikan para ulama meliputi perbuatan, perkataan, dan presetujuan Nabi SAW.

Sekilas Sejarah

Sekilas sejarah perkembangan ingkar sunnah hanya terjadi dua masa, yaitu klasik dan masa modern. Menurut Dr. Mushthafa Al Azhami dalam kitabnya Dirasat fi’i Al-Hadits an Nabawi, gejala timbulnya ingkar sunnah sudah mualai tampak di zaman sahabat.
Ternyata apa yang terjadi di zaman sahabat, ingkar sunnah bersifat individu, belum merupakan firqoh namun lama kelamaan jumlah mereka semakin bertambah. Secara garis besarnya orang-orang ingkar sunnah sekarang ini banyak terdapat di Irak.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/