Umum

Pengertian abortus

Table of Contents

Pengertian abortus

Gugur kandungan atau aborsi (bahasa latin : abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Prof. Dr. JS. Badudu dan Prof. Sutan Mohammad Zain, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996) abortus didefinisikan sebagai terjadi keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Secara umum istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu secara sengaja maupun tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan).

Etiologi

Penyebab abortus pada umumnya terbagi atas :

  1. Penyebab dari segi Ibu
  2. Infeksi akut

1)   virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis.

2)   Infeksi bakteri, misalnya streptokokus.

3)   Parasit, misalnya malaria.

  1. Infeksi kronis

1)      Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.

2)      Tuberkulosis paru aktif.

3)      Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.

4)      Penyakit kronis, misalnya :

– Hipertensi                         – Nephritis

– Diabetes                           – anemia berat

– penyakit jantung               – toxemia gravidarum

5)      Gangguan fisiologis, misalnya Syok, ketakutan, dll.

6)      Trauma fisik.

  1. Penyebab yang bersifat lokal:

1)      Fibroid, inkompetensia serviks.

2)      Radang pelvis kronis, endometrtis.

3)      Retroversi kronis.

4)      Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga menyebabkan   hiperemia dan abortus.

  1. Penyebab dari segi Janin
  2. Kematian janin akibat kelainan bawaan.
  3. Mola hidatidosa.
  4. Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.

Sumber: https://newsinfilm.com/