Agama

Pengertian Ijma’ , Syarat & Hujjahnya

Pengertian Ijma’ , Syarat & Hujjahnya

Pengertian Ijma’ , Syarat & Hujjahnya

Al-Ijma’

Ijma’ dalam pengertian Bahasa adalah ketepatan hati untuk melakukan sesuatu atau keputusan berbuat sesuatu. Sedangkan ijma’ secara terminologi adalah kesepakatan, dan yang sepakat di sini adalah semua mujtahid Muslim, berlaku dalam suatu masa tertentu sesudah wafatnya Nabi. Ijma’ itu berlaku dalam setiap masa oleh seluruh mujtahid yang ada pada masa itu dan bukan berarti kesepakatan semua mujtahid sampai hari kiamat.

Syarat-syarat Ijma’

Ijma’ tidak dilakukan oleh sembarangan orang, ijma’ dilakukan oleh para mujtahid Muslim yang ada dimasanya, maka ijma’ mempunyai beberapa syarat sebagai berikut:
a) Tetap melalui jalan yang shahih, yaitu dengan kemasyhurannya di kalangan ulama, dan yang meriwayatkannya orang yang terpercaya serta luas ilmunya.
b) Tidak didahului oleh khilaf yang telah tetap sebelumnya, jika didahului oleh hal itu, maka bukanlah ijma’, karena perkataan tidak batal dengan kematian yang mengucapkannya.

Kehujjahan Ijma’

Kehujjahan ijma’ ada dari beberapa golongan berargumentasi bahwa ijma’ bukan merupakan hujjah syar’iyah, seperti golongan Syi’ah, Khawarijj, dan Mu’tazilah. Sedangkan golongan Sunni berargumen bahwa ijma’ merupakan hujjah syar’iyah. Golongan Sunni berargumen kepada Al-Qur’an di antaranya:

a) Surah An-Nisa’ (4): 115:
115. dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu[348] dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

[348] Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.
Dalam ayat ini “jalan-jalan orang mukmin” diartikan sebagai apa yang telah disepakati untuk dilakukan oleh orang mukmin.
b) Surah Ali Imran (3): 110

110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Alif lam bila ditempatkan pada jenis menunjukkan berlaku secara umum. Kebenaran ini menghendaki/menyuruh mmereka melakukan setiap yang makruf dan melarang mereka dari perbuatan yang munkar.

Sumber: www.wfdesigngroup.com