Pendidikan

Pengertian MLM

Pengertian MLM

Multilevel Marketing (MLM) adalah sistem penjualan yang menurut Ahmad Zain An Najah, memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyaluran secara langsung sekaligus sebagai konsumen. Sistem penjualan ini menggunakan beberapa level (tingkatan) di dalam pemasaran barang dagangannya. Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu. [2]

Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.

Untuk bergabung dengan keanggotaan MLM, seorang biasanya diharuskan mengisi formulir dan membayar uang dalam jumlah tertentu dan kadang diharuskan membeli produk tertentu dari perusahaan MLM tersebut, tetapi kadang ada yang tidak mesyaratkan untuk membeli produk tersebut. Pembayaran dan pembeliian produk tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan poin tertentu. Kadang poin bisa didapatkan oleh anggota jika ada pembelian langsung dari produk yang dipasarkan, maupun melalui pembelian tidak langsung melalui jaringan keanggotaan. Tetapi kadang poin bisa diperolehkan tanpa pembelian produk, namun dilihat dari banyak dan sedikitnya anggota yang bisa direkrut oleh orang tersebut.[3]


  1. Hukum Bisnis MLM Menurut Islam

Praktik tidak jujur yang dilakukan oleh pelaku Miltilevel Marketing (MLM) tertentu adalah haram. Perusahaan-perusahaan MLM yang tidak jujur itu biasanya menawarkan keuntungan besar untuk memikat nasabah. Usaha seperti itu dipandang mengandung unsur riba dan penipuan. Produk yang dipasarkan oleh perusahaan hanya kedok untuk mendapatkan komisi dan keuntungan besar. Dan dalam MLM sangat mungkin terjadi unsur eksploitasi terhadap orang lain, suatu hal yang dilarang dalam islam.

Sistem pedagangan Multilevel Marketing (MLM) dilakukan dengan cara menjaring calon nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member perusahaan. Secara rinci, sistem perdagangan MLM dilakukan dengan cara berikut:

  1. Mula-mula pihak perusahaan berusaha  menjaring konsumen untuk menjadi member dengan mengharuskan calon konsumen membeli paket produk perusahaan dengan harga tertentu.
  2. Dengan membeli paket produk perusahaan tersebut, pihak pembeli diberi satu formulir keanggotaan (member) dari perusahaan.
  3. Sesudah menjadi member maka tugas berikutnya adalah mencari calon member-member baru dengan cara seperti di atas, yakni membeli produk perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan.

sumbe r:

Microsoft Word Apk v16.0.8431.2022 for android