Uncategorized

Perkembangan Emosional

Perkembangan EmosionalPerkembangan Emosional

Masa remaja digambarkan sebagai periode kekacauan emosional, dalam bentuk ektreem pandangan tersebut terlalu stereotip karena remaja tidak selalu dalam keadaan “badai dan stres.” Namun masa awal remaja adalah masa terjadinya fluktuasi emosi. Remaja bisa dengan mudah menatakan mereka tengah bahagia tapi beberapa saat kemudian mereka menyatakan mereka sedang sedih, hal tersebut mendukung persepsi bahwa mood remaja bisa mudah berubah ubah, dan penting bagi orang dewasa untuk memahami bahwa itu adalah hal yang normal bagi remaja.

Para peneliti menemukanbahwa perubahan mood  pada remaja juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor hormon, sebagaimana telah dijelaskan bahwa pada masa remaja perkembangan fisik mereka terjadi lebih pesat, dan itu berpengaruh pada emosinya. Sementara lingkungan  berpengaruh dalam pembentukan emosi remaja, remaja yang berada dlam lingkungan yang kurang kondusif akan mengalami dua emosi berikut :

  • Agresif : melawan, keras kepala, suka menganggu, dll
  • Regresif : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras atau obat obatan terlarang.

Sedangkan remaja yang tinggal dilingkungan kondusif, akan bisa membantu emosi remaja menjadi :

  • Adekuasi emosi : cinta, kasih sayang, senang menolong, repek, ramah, dll.
  • Menendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik, tidak meledak ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak.

 

Sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/jasa-penulis-artikel/