Umum

 Perkembangan Konsep Tumbuh Kembang

 Perkembangan Konsep Tumbuh Kembang

Tahap Oral (18 bulan pertama kehidupan)

Pada tahap ini ada dua macam aktivitas oral, yaitu menggigit dan menelan makanan, merupakan prototype bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Pada pengkajian klien yang berada di tahap ini sangat penting untuk tetap menjaga kondisi perkembangan klien, hal ini dimaksudkan unutk meminimalisir gangguan asupan nutrien di masa pertumbuhan

  1. Tahap Anal (usia 1 dan 3 tahun)

Pada tahap ini anak akan mengeksploitasi fungsi pembuangan, misalnya menahan dan bermain-main dengan feces, atau juga senang bermain-main dengan lumpur dan kesenangan melukis dengan jari. Bila klien dalam tahap ini, maka pengkajian dan pemeriksaan dapat dilakukan untuk menjaga agar klien tetap bisa berlatih untuk menggunakan fungsi pembuangan secara optimal.

  1. Tahap Phallic (usia 3 dan 6 tahun)

Tahap ini sesuai dengan nama genital laki-laki (phalus), sehingga meupakan daerah kenikmatan seksual laki-laki. Pada tahap ini anak akan mengalami Oedipus complex

Oedipus complex merupakan keinginan yang mendalam untuk menggantikan orang tua yang sama jenis kelamin dengannya dan menikmati afeksi dari orang tua yang berbeda jenis kelamin dengannya.

  1. Tahap Latency (usia 6 tahun dan masa pubertas)

Merupakan tahap yang paling baik dalam perkembangan kecerdasan (masa sekolah). Pada klien dengan rentang usia di tahap ini penting untuk dilakukan pengkajian untuk antisipasi dan meminimalsir resiko terjadinya gangguan pola perkembangan berfikir

  1. Tahap Genital (masa pubertas dan seterusnya)

Bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini, sedangkan kecenderungan-kecenderungan lain akan ditekan. Lebih spesifikasi pada pemeriksaan genetalia

  1. Diagnosa 
  2. Risiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan defek struktur.
  3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen
  4. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan ketidakadekuatan oksigen dan nutrien pada jaringan; isolasi social
  5. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan status fisik yang lemah.
  6. Risiko tinggi cedera (komplikasi) berhubungan dengan kondisi jantung dan terapi
  7. erubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak dengan penyakit jantung (ASD)
  1. Intervensi
  2. Diagnosa      :    Risiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan defek struktur.

Tujuan          :

1)     Klien akan menunjukkan perbaikan curah jantung.

Kriteria Hasil  :

Frekwensi jantung, tekanan darah, dan perfusi perifer berada pada batas normal sesuai usia.

2)     Keluaran urine adekuat (antara 0,5 – 2 ml/kgbb, bergantung pada usia )

Intervensi     :

  • Beri digoksin sesuai program, dengan menggunakan kewaspadaan yang dibuat untuk mencegah toxisitas.
  • Beri obat penurun afterload sesuai program
  • Beri diuretik sesuai program
  1. Diagnosa      :    Intoleransi aktivitas berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen

Tujuan          :

1)      Klien mempertahankan tingkat energi yang adekuat tanpa stress tambahan.

Kriteria Hasil :

  • Anak menentukan dan melakukan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan.
  • Anak mendapatkan waktu istirahat/tidur yang tepat.

Intervensi     :

  • Berikan periode istirahat yang sering dan periode tidur tanpa gangguan.
  • Anjurkan permainan dan aktivitas yang tenang.
  • Bantu anak memilih aktivitas yang sesuai dengan usia, kondisi, dan kemampuan.
  • Hindari suhu lingkungan yang ekstrem karena hipertermia atau hipotermia meningkatkan kebutuhan oksigen.
  • Implementasikan tindakan untuk menurunkan ansietas.
  • Berespons dengan segera terhadap tangisan atau ekspresi lain dari distress.

Baca juga: