Raja Kerajaan Kediri, Ekonomi, dan masa Kejayaannya

Raja Kerajaan Kediri, Ekonomi, dan masa Kejayaannya

Raja Kerajaan Kediri, Ekonomi, dan masa Kejayaannya

Raja Kerajaan Kediri, Ekonomi, dan masa Kejayaannya
Raja Kerajaan Kediri, Ekonomi, dan masa Kejayaannya

Raja-Raja Kerajaan Kediri

Sri Samarawijaya, merupakan putra Airlangga yang namanya ditemukan dalam prasasti Pamwatan (1042).
Sri Jayawarsa, menurut prasasti Sirah Keting (1104). Tidak diketahui dengan niscaya apakah ia ialah pengganti pribadi Sri Samarawijaya atau bukan.
Sri Bameswara, menurut prasasti Padelegan I (1117), prasasti Panumbangan (1120), dan prasasti Tangkilan (1130).
Sri Jayabhaya, merupakan raja terbesar Panjalu, menurut prasasti Ngantang (1135), prasasti Talan (1136), dan Kakawin Bharatayuddha (1157).
Sri Sarweswara, menurut prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161).
Sri Aryeswara, menurut prasasti Angin (1171).
Sri Gandra, menurut prasasti Jaring (1181).
Sri Kameswara, menurut prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana.
Sri Kertajaya, menurut prasasti Galunggung (1194), Prasasti Kamulan (1194), prasasti Palah (1197), prasasti Wates Kulon (1205), Nagarakretagama, dan Pararaton.

Kehidupan Ekonomi

Kediri merupakan kerajaan agraris dan maritim. Masyarakat yang hidup di kawasan pedalaman bermata pencaharian sebagai petani. Hasil pertanian di kawasan pedalaman Kerajaan Kediri sangat melimpah lantaran didukung oleh kondisi tanah yang subur. Hasil pertanian yang melimpah memperlihatkan kemakmuran bagi rakyat.

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir hidup dari perdagangan dan pelayaran. Pada masa itu perdagangan dan pelayaran berkembang pesat. Para pedagang Kediri sudah melaksanakan korelasi dagang dengan Maluku dan Sriwijaya.

Mata Uang

Pada masa itu, mata uang yang terbuat dari emas dan adonan antara perak, timah, dan tembaga sudah digunakan. Hubungan antara kawasan pedalaman dan kawasan pesisir sudah berjalan cukup lancar. Sungai Brantas banyak dipakai untuk kemudian lintas perdagangan antara kawasan pedalaman dan kawasan pesisir.

Masa Kejayaan Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan ketika masa pemerintahan Raja Jayabaya. Daerah kekuasaannya semakin meluas yang berawal dari Jawa Tengah meluas hingga hampir ke seluruh kawasan Pulau Jawa. Selain itu, efek Kerajaan Kediri juga hingga masuk ke Pulau Sumatera yang dikuasai Kerajaan Sriwijaya. Kejayaan pada ketika itu semakin berpengaruh ketika terdapat catatan dari kronik Cina yang berjulukan Chou Ku-fei pada tahun 1178 M berisi wacana Negeri paling kaya di masa kerajaan Kediri pimpinan Raja Sri Jayabaya. Bukan hanya kawasan kekuasaannya saja yang besar, melainkan seni sastra yang ada di Kediri cukup menerima perhatian. Dengan demikian, Kerajaan Kediri semakin disegani pada masa itu.

Baca Juga: