Sejarah Kemunduran VOC

Sejarah Kemunduran VOC

Sejarah Kemunduran VOC

Sejarah Kemunduran VOC
Sejarah Kemunduran VOC

Untuk mengendalikan monopoli perdagangan, VOC mempunyai hak ekstirpasi dan melakukan pelayaran hongi. Dua hal itu merupakan strategi VOC untuk mengendalikan monopolinya. Hak Ekstirpasi merupakan strategi VOC untuk mengendalikan monopolinya.

Hak Ekstirpasi adalah hak untuk membinasakan pohon rempah-rempah yang berlebihan agar harga rempah-rempah di pasar mancanegara tetap tinggi. Sedangkan pelayaran hongi adalah pelayaran bersenjata lengkap untuk mengawasi pohon rempah-rempah yang berlebihan dan untuk mencegah petani rempah-rempah berhubungan dengan petani luar.

Guna mendapatkan keuntungan yang besar, VOC menerapkan monopoli perdagangan. Bahkan, pelaksanaan monopoli VOC di Maluku lebih keras dari pada monopoli yang diterapkan oleh Portugis. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain sebagai berikut.

  1. Verplichte Leverantie, yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditetapkan oleh VOC. Peraturan ini melarang rakyat menjual hasil buminya selain kepada VOC.
  2. Contingentern, yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.
  3. Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tenaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
  4. Ekstirpasi, yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi kelebihan priduksi yang menyebabkan harganya merosot.
  5. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.

 

Beberapa gubernur jenderal yang dianggap berhasil dalam mengembangkan usaha dagang dan kolonialisasi VOC di Indonesia, antara lain berikut ini.

  • Jan Pieterszoon Coen (1619-1629)

Ia dikenal sebagai pendiri kota Batavia dan peletak dasar imperialism Belanda di Indonesia. Ia dikenal pula dengan rencana kolonisasinya dengan memindahkan orang-orang Belanda bersama keluarganya ke Indonesia. Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Belanda di Indonesia.

  • Antonio van Diemen (1636-1645)

Ia berhasil memperluas kerajaan VOC ke Malaka pada tahun 1641. Ia juga mengirimkan misi pelayaran yang dipimpin oleh Abel Tasman ke Australia, Tasmania, dan Selandia Baru.

  • Joan Maetsycker (1653-1678)

Ia berhasil memperluas wilayah kekuasaan VOC ke Semarang, Padang, dan Manado.

  • Cornelis Speelman (1681-1684)

Ia berhasil menghadapi perlawanan Sultan Hasanuddin dari Makassar, memadamkan pemberontakan Trunojoyo di Mataram. Dan mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten.

Kemunduran VOC

– Korupsi yang dilakukan pegawai VOC

– Banyaknya pegawai VOC yang tidak cakap sehingga pengendalian monopoli perdagangan tidak berjalan semestinya.

– VOC banyak menanggung utang akibat peperangan yang dilakukan, baik dengan rakyat Indonesia maupun dengan Inggris dalam memperebutkan kekuasaan dibidang perdagangan.

– Kemerosotan moral di kalangan para penguasa akibat system monopoli perdagangan. Keserakahan VOC membuat penguasa setempat tidak sungguh-sungguh dalam membantu VOC dalam monopoli perdagangan. Akibatnya, hasil panen rempah-rempah yang masuk jauh dari harapan.

– Tidak berjalannya verplichte leverantie dan preanger-stelsel. Kedua aturan itu dimaksudkan untuk mengisi kas VOC yang kosong. Verplichte leverantie mewajibkan setiap derah menyerahkan hasil bumi berupa lada, kayu, beras, nila, dan gula kepada VOC. Kedua aturan ini tidak dapat berjalan dengan baik karena korupsi dan pengeluaran yang terlalu besar.

Baca juga artikel: