Sistem Administrasi Pajak

Sistem Administrasi Pajak

Sistem Administrasi Pajak

Sistem Administrasi Pajak
Sistem Administrasi Pajak

 

Beberapa sistem penentuan pajak yang digunakan saat ini :

  1. Berdasarkan sistem klasik, pajak penghasilan peusahaan atas penghasilan kena pajak dikenakan pada tingkat perusahaan dan tingkat pemegang saham. Pemegang saham dikenakan pajak pada saat laba perusahaan dibayarkan sebagai dividen atau pada saat mereka mencairkan investasinya. Ketika suatu perusahaan dikenakan pajak atas laba yang diukur sebelum dilakukan pembayaran dividen, pemegang saham kemudian dikenakan pajak atas dividen yang mereka terima, maka pendapatan dividen pemegang saham secara efektif telah dikenakan pajak sebanyak dua kali. Sebagai contoh, suatu induk perusahaan di Zonolia (suatu negara fiktif) yang dikenakan pajak penghasilan perusahaan sebesar 33% menghasilkan laba 100 zonos (z) dan membagi dividen sebesar 100% kepada pemegang saham tunggal, yang berada dalam keranjang pajak 30%. Pajak efektif yang dibayarkan atas penghasilan perusahaan ditentukan sebagai berikut :

Laba perusahaan Z 100,00

– Pajak penghasilan sebesar 33% 33,00 = Laba bersih (dan dividen yang dibayarkan) Z 67,00

Dividen Z 67,00

– Pajak penghasilan pribadi sebesar 30% 20,10

= Jumlah bersih untuk pemegang saham Z 46,90

Total pajak yang dibayarkan atas penghasilan perusahaan sebesar Z 100,00 :

Pajak penghasilan Z 33,00

Pajak penghasilan pribadi 20,10

Total Z 53,10

  1. Berdasarkan sistem terintegrasi, pajak perusahaan dan pemegang saham terintegrasi sedemikian rupa sehingga mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak berganda atas pendapatan perusahaan. Kredit pajak atau sistem imputasi merupakan jenis sistem pajak terintegrasi yang umum. Berdasarkan sistem ini, pajak yang dikenakan terhadap pendapatan perusahaan, tetapi sebagian dari pajak yang dibayarkan dapat diperlakukan sebagai kredit terhadap pajak penghasilan pribadi jika dividen dibagikan kepada para pemegang saham. Sistem pajak ini didukung Uni Eropa dan ditemukan di Austra;ia, Kanada, Meksiko, dan banyak lagi negar Eropa seperti Perancis, Italia dan Inggris.

Untuk melihat bagaimana sistem ini berjalan, misalkan fakta yang sama dengan induk perusahaan Zonolia yang digunakan dalam contoh sebelumnya. Asumsikan pula bahwa pemegang saham menerima kredit pajak sebesar 25% dari dividen yang diterima. Berdasarkan asumsi ini, total pajak yang dibayarkan ditentukan sebagai berikut :

Pajak perusahaan Z 100,00

– Pajak penghasilan sebesar 33% Z 33,00

= Laba bersih dandividen yang dibayarkan Z 67,00

+ Kredit pajak sebesar 25% Z 16,75Penghasilan dividen untuk pemegang saham Z 67,00

= dividen gross up Z 83,75

Kewajiban pajak penghasilan sebesar 30% Z 25,12

– Kredit Pajak Z 16,75

= Pajak dari pemegang saham Z 8,37

Total pajak yang dibayarkan atas pendapatan perusahaan sebesar Z 100,00:

Pajak penghasilan Z 33,00

Pajak penghasilan pribadi 8,37

Total Z 41,37

Sumber : https://merkbagus.id/