Pendidikan

Tidak Menganalisis Faktor Non-Ekonomi

Tidak Menganalisis Faktor Non-Ekonomi

Tidak terdapatnya analisis mengenai pengaruh kedaan sosial, struktur sosial, suasana politik, nilai – nilai hidup, corak pandangan masyarakat  dan corak kebudayaan masyarakat terhadap kegiatan ekonomi merupakan kelemahan lain dari analisis makroekonomi.  Teori makroekonomi menganggap kegiatan ekonomi dalam masyarakat sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor – faktor yang bersifat ekonomi dan didasarkan pada keinginan untuk mempertinggi efisiensi penggunaan faktor – faktor produksi yang dimiliki.

Dalam hal ini analisis makroekonomi masih tetap mempertahankan pendapat ahli – ahli ekonomi Klasik yang menganggap bahwa setiap anggota masyarakat tanpa memandang apakah ia seorang pekerja, konsumen, produsen, atau pemilik modal akan berusaha untuk mencapai tingkat pendapatan, keuntungan atau kepuasan yang sebesar – sebesarnya. Para pekerja akan berusaha untuk memperoleh gaji atau pendapatan lain pada tingkat yang paling maksimal yang dapat dicapai. Para pengusaha akan berusaha untuk mencapai tingkat keuntungan paling tinggi yang mungkin diperoleh.

Dan sebagai konsumen, mereka para pengusaha dan para pekerja akan berusaha untik mencapai kepuasan paling maksimal dengan menggunakan sejumlah tertentu pendapatan mereka. Demikian juga analisis makroekonomi menganggap bahwa struktur sosial dan keadaan institusi dalam masyarakat sesuai dengan tujuan setiap anggota masyarakat untuk memperoleh pendapatan, keuntungan, dan kepuasan yang paling maksimal yang mungkin dicapai.Pemisalan – pemisalan ini kurang sesuai untuk digunakan dalam analisis kegiatan ekonomi negara berkembang.

Di dalam masyarakat yang masih dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang tradisional, kegiatan masyarakat sering kali menyimpang dari yang digambarkan dalam teori ekonomi konvensional.Hal ini mungkin menyebabkan hambatan terhadap usaha untuk mempercepat pembangunan di negara berkembang.

Kurang Memperhatikan Sektor Luar Negeri

Dalam analisis makroekonomi penanaman modal oleh para pengusaha dipandang sebagai faktor terpenting yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi; sedangkan sektor luar negeri dipandang tidak memegang peranan sepenting seperti penanaman modal.Di banyak negara berkembang keadaan yang sebaliknya yang lebih banyak berlaku. Sektor luar negeri lebih besar pengaruhnya daripada kegiatan penanaman modal dalam menentukan  gelombang naik turunnya tingkat kegiatan ekonomi.

 Dari sudut ekspor, keadaan ini terutama ditimbulkan oleh salah satu atau gabungan dari kedua faktor berikut: (i) persentase ekspor dari seluruh pendapatan nasional pada umunya lebih tinggi daripada persentase tingkat penanaman modal; dan (ii) di banyak negara berkembang sebagian besar barang – barang ekspor merupakan bahan mentah, di mana dua atau tiga jenis bahan tersebut merupakan bagian besar dari keseluruhan ekspor. Seperti telah dijelaskan, faktor yang kedua ini menyebabkan di negara berkembang jumlah penerimaanekspor cenderung untuk mengalami perubahan yang lebih besar kalau dibandingkan dengan pendapatan ekspor di negara maju.

Dari sudut impor, negara berkembang sangat tergantung kepada negara yang lebih maju dalam melaksanakan pembangunan dan industrialisasi.Sebagian besar barang modal untuk keperluan itu harus diimpor. Maka maju mundurnya kegiatan pembanguan sangat dipengaruhi oleh tersedianya devisa  untuk mengimpor barang – barang tersebut dan bahan – bahan mentah untuk keperluan pembangunan

sumber :

https://infotoyotabandung.co.id/built-for-speed-apk/