Umum

tujuan utama kedudukan raja adalah

Pengesahan Kedudukan Raja

Penggantian, Perebutan Kekuasaan dan Kemegahan

Hubungan, entah darah entah pengalaman yang serupa, dengan seorang pendahulu yang agung memungkinkan seseorang ikut tersinari oleh aura keagungan. Tetapi juga, dan inilah yang terpenting, ini menjadikannya mata rantai kesinambungan. Bila suatu wangsa yang memerintah tidak mempunyai tali hubungan darah dengan dinasti yang sebelumnya, maka orang Jawa mengusahakan berbagai cara untuk membuktikan kesinambungan.
Lalu yang terpenting dari sarana spiritual untuk kemegahan raja adalah jasa di bidang keagamaan pada umumnya. Memiliki ciri-ciri, tindak-tanduk, dan perilaku yang diperlukan oleh seorang raja sangatlah banyak menambah kemegahanseorang raja, kesempurnaan batin yang demikian dianggap diperlihatkan oleh kecakapan si pemilik untuk melakukan perbuatan yang tidak dapat dilaksanakan oleh manusia biasa.

Cara lain untuk menyanjung-tinggikan kemegahan raja ialah dengan persekutuan dengan apa yang menurut alam kepercayaan asli disebut makhluk halus yang memiliki kekuatan gaib, kekuatan gaib akan menjadi kekuatan yang mendorong dan memperhebat bukannya membahayakan. Dan kekayaan dianggap sebagai salah satu sarana material bagi kultus kemegahan. Kekayaan mencakup rakyat dan jumlah anggota keluarga yang besar. Serta tal lupa yang berikutnya adalah angkatan bersenjata sebagai sarana material bagi kemegahan raja. Sesungguhnya dalam kultus kemegahan ini ternyata merupakan alasan sah untuk berperang.
Jadi tujuan utama kedudukan raja adalah terutama mengejar kemuliaan raja, da praktek bina negara memperkuat pandangan yang demikian. Tetapi dalam konteks cita-cita dan kosmologi Jawa, kedudukan raja sebagai pencerminan pemerintahan Tuhan adalah untuk mempertahankan keselarasan dan ketertiban dalam dunia manusia yang lebih kecil ini. Dan tugas yang seluhur itu, kedudukan terhormat setinggi itu, tidak mungkin mempunyai tujuan yang tidak begitu berarti, seperti memperoleh harata duniawi atau kekuatan fisik atau suatu tanda kebesaran lahiriah semata.
Dan apabila raja melakukan kesalahan yang tidak wajar, maka rakyat berhak untuk protes atau mungkin dapat melakukan pemberontakan. Karena masyarakat Jawa masih membolehkan penindasan berlaku.

POS-POS TERBARU