Umum

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Klafikasi Lumut

Ketika kalian berada di daerah pegunungan atau batu-batuan yang ada di sungai atau di tembok-tembok di dekat sumur rumah kalian sering kalian temukan tumbuhan yang berwarna hijau, hidup menempel. Tumbuhan tersebut adalah Bryophyta (tumbuhan lumut). (Suwarno, 2009)

Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:

  1. Musci (lumut daun)

Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria,

  1. Hepaticae (lumut hati)

Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.

  1. Anthocerotaceae (lumut tanduk)

Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis. (Suwarno, 2009)

Gambar 2. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

  1. Daur Hidup Lumut

Dalam hidupnya lumut mengalami pergiliran keturunan antara generasi gametofit dan generasi sporofit. Generasi gametofit (bersifat haploid) lebih menonjol dibandingkan generasi sporofit. Lumut yang sehari-hari kamu lihat adalah generasi gametofitnya. (Herni Budiarti, 2009)

Pada fase ini lumut membentuk struktur batang dan daun, melakukan fotosintesis, membentuk organ reproduksi/ gametangia (anteridium dan arkegonium), gamet, dan spora. Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (monoisous atau autoisous) dan jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (dioisous) sehingga terdapat lumut jantan dan betina. Generasi sporofit memperoleh makanan dari generasi gametofit, sehingga hidupnya tergantung pada generasi gametofit.

Siklus hidup lumut dimulai ketika spora berkecambah menghasilkan protonema. Protonema kemudian tumbuh dan berdiferensiasi membentuk rizoid, batang, dan mikrofil. Dari ujung batang berkembang organ reproduksi. Organ reproduksi betina disebut arkegonia yang dilindungi oleh modifikasi daun yang disebut perisaeta. Organ reproduksi jantan disebut anteridium yang ditutupi oleh modifikasi daun yang disebut perigonium. Arkegonium menghasilkan sel telur atau ovum dan anteridium menghasilkan sperma yang berflagela dua. Sperma kemudian berenang untuk membuahi sel telur. Pembuahan ini hanya dapat berlangsung bila lingkungannya basah atau berair. (Herni Budiarti, 2009)

Gambar.3. Siklus hidup Bryophyta

Gerakan sperma ke arah sel telur berupakan gerak kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur. Hasil pembuahan membentuk zigot yang kemudian tumbuh memjadi sporofit yang bersifat haploid. Ketika sporofit masak (menjadi dewasa, yaitu berumur antara ¼ – ½ tahun) akan membentuk tangkai panjang (disebut seta) yang ujungnya berupa kapsul yang disebut sporogonium. Di dalam kapsul, setiap sel induk spora membelah menghasilkan empat spora yang berkumpul membentuk tetrad. Ketika spora telah masak, kapsul pelindungnya pecah dan spora dibebaskan. Spora kemudian dilepaskan yang dapat berkecambah dan memulai siklus hidup lumut lagi. Secara singkat daur hidup lumut dapat kamu amati pada Gambar 3

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/