Wih Auditorium Taufiq Kiemas Hadir di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kok Bisa

Wih Auditorium Taufiq Kiemas Hadir di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kok Bisa

Wih Auditorium Taufiq Kiemas Hadir di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kok Bisa

Wih Auditorium Taufiq Kiemas Hadir di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kok Bisa
Wih Auditorium Taufiq Kiemas Hadir di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kok Bisa

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani

meresmikan pemberian nama Auditorium Taufiq Kiemas di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Senin (21/8/2017).

Auditorium yang dibangun pada 2002 dan selesai pembangunannya 2003 tersebut dibangun atas jasa almarhum Taufiq Kiemas, mantan Ketua MPR RI yang juga ayah Puan Maharani.

Beberapa waktu lalu sebelum Ujian Nasional (UN) Puan datang ke SIKL

dengan menyumbang 20 komputer, sedangkan saat hadir sekarang dia menyumbangkan seperangkat musik kulintang dan pendingin ruangan (AC) untuk auditorium.

Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana dalam sambutannya mengatakan, selaku kepala perwakilan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Puan yang kedua kalinya di SIKL.

“Penamaan Taufiq Kiemas berdasarkan keputusan kepala perwakilan sebagai bentuk penghormatan. Ruangan auditorium telah menjadi tempat aktivitas sekolah dan masyarakat. Semoga mendapat tambahan pembiayaan untuk renovasinya,” katanya.

Puan dalam sambutan tanpa teks mengatakan di tempat SIKL ini masa depan anak-anak kita akan menjadi apa di kemudian hari.

“Jangan bosan kalau saya ke SIKL. Ada rejekinya. Pak Dubes sudah sampaikan. Kita menghargai apa yang diberikan seseorang sehingga bermanfaat bagi semua,” katanya.

Puan membenarkan kalau Taufiq Kiemas memang telah menyumbang auditorium untuk SIKL. “Betul Bapak saya mengatakan saya menyumbang auditorium SIKL. Untuk renovasi kami masih mempertimbangkan karena secara anggaran untuk mekanisme renovasi tidak gampang,” katanya.

Puan mengatakan dari semua Sekolah Indonesia di luar negeri SIKL paling lengkap.

“Kedatangan saya ke sini untuk menghadiri opening ceremony SEA Games. Kalau kita di Indonesia akan menyelenggarakan Asian Games. Saya datang untuk melihat pembukaan. SEA Games diikuti 11 negara. Kita nanti ada 45 negara. Tahun 1962 itu Asian Games terakhir. Gelora Bung Karno dibangun karena Indonesia mau menyelenggarakan Asian Games waktu itu,” katanya.

Sekarang ini, ujar dia, Gelora Bung Karno diperbaiki kemudian dibuat ruang publik dan venue olah raga diperbaiki.

“Nanti saya minta SIKL ada yang mewakili untuk melihat pembukaan Asian Games. Kebetulan selaku Menko saya sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Asian Games,” katanya.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak